RADAR JOGJA - Kecelakaan kereta api kembali terjadi, pada Selasa (28/4/2026) malam.
Kereta Api Dhoho (Commuterline Dhoho) relasi Blitar-Surabaya menghantam truk Hino hingga rusak parah.
Beruntung tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut.
Kronologi
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21.45 WIB di perlintasan sebidang jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sanamwetan, Kota Blitar.
Semula truk berwarna hijau melaju dari arah utara ke selatan.
Menurut Kasat Lansar Polres Blitar Kota AKP Agus Prayitno, sebelum memasuki perlintasan, truk diduga mengalami kendala mesin dan berhenti tepat di atas jalur rel.
Dua orang pengendara truk berhasil melarikan diri sebelum peristiwa tersebut terjadi.
Kereta api yang melaju cepat, menyebabkan benturan keras dan menyebabkan truk berwarna hijau rusak parah.
Sementara lokolotif kereta juga mengalami kerusakan teknis dan sempat berhenti cukup lama di lokasi kejadian sebelum akhirnya dilakukan penanganan.
Peristiwa ini menyedot perhatian pengguna jalan dan warga setempat.
Mereka berkerumun di lokasi.
Kanit Laka Satlantas Polres Blitar Kota, Ipda Suratno menambahkan, bahwa truk melintas saat palang pintu perlintasan masih dalam proses penutupan.
“Ketika truk berada di atas rel, diduga tiba-tiba mengalami mati mesin,” ujar Ipda Suratno dikutip dari media Jatim.
Menurutnya, sopir dan kernet sempat berupaya menyelamatkan truk yang mogok.
Mereka meminta bantuan warga sekitar untuk mendorong truk menjauh dari jalur rel.
Namun usaha itu gagal karena waktu sudah terlalu sempit dan kereta telanjur mendekat.
Baca Juga: Luis Enrique Klaim Laga PSG vs Bayern Munich Adalah Pertandingan Terbaik Selama Karir Manajerialnya
Terjadilah benturan keras.
Lokomotif menghantam bagian depan truk hingga ringsek penyok.
Muatan pasir yang dibawa kendaraan tersebut juga tumpah di sekitar perlintasan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Sopir truk bernama Andung Guritno (39), warga Desa Karangtalun, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, bersama kernetnya M Nazhri Eka (24), warga Desa Jabang, Kecamatan Kras, berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum tabrakan terjadi.
Editor : Meitika Candra Lantiva