BEKASI – Kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4) sekitar pukul 21.00 WIB. Insiden ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengonfirmasi jumlah korban tewas dalam peristiwa tersebut. Saat ini, kedua jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit.
"Tercatat di rumah sakit ada dua korban meninggal dunia," kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo di lokasi kejadian, Senin (27/4) malam.
Franoto menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait korban, termasuk jumlah korban luka yang saat ini menjalani perawatan medis.
"Kami dari daop 1 jakarta menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa sebesar-besarnya," imbuhnya.
Baca Juga: 7 Penumpang Masih Terjepit, Basarnas Potong Gerbong KRL Usai Tabrakan KA Argo Bromo di Bekasi Timur
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula ketika KRL Commuter Line lintas Bekasi berhenti di jalur setelah mengalami temperan dengan sebuah mobil di perlintasan.
”Info lintas Daop 1 Jakarta: Terima info JPL 85 PLB 5181 tertemper mobil. Kemudian ka 4 melintas langsung Bekasi oleh PPKP sudah diinstruksikan untuk berhati-hati dikarenakan di jalur hilir terjadi temperan dan didepannya PLB 5568a,” bunyi informasi tersebut.
Namun, situasi tersebut berujung fatal. KA Argo Bromo Anggrek yang melintas dari arah belakang tidak dapat menghindari tabrakan dan menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti.
Akibat benturan keras, bagian belakang KRL mengalami kerusakan parah. Sejumlah gerbong dilaporkan hancur, sementara proses evakuasi korban dilakukan di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan dan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta dampak yang ditimbulkan.
Editor : Jihad Rokhadi