Bitung, Sulawesi Utara – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik kuat berkekuatan magnitudo 7,3 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman dangkal, dan otoritas setempat mengeluarkan status SIAGA TSUNAMI untuk sejumlah wilayah pesisir.
Berdasarkan hasil analisis BMKG yang diperbarui, gempa utama terjadi pada pukul 05:48:14 WIB dengan episenter terletak di koordinat 0,54° LU dan 126,19° BT, tepatnya di laut pada jarak 127 kilometer tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara . Gempa ini termasuk jenis gempa dangkal karena berada di kedalaman 18 kilometer.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa tektonik dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. "Mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang berpotensi menimbulkan gelombang tsunami," ujarnya dalam siaran pers resmi.
BMKG langsung menerbitkan peringatan dini tsunami menyusul kekuatan gempa yang signifikan. Berdasarkan hasil pemodelan, terdapat potensi perubahan ketinggian permukaan air laut yang signifikan.
Berikut status ancaman tsunami yang dikeluarkan BMKG:
· Status SIAGA (Potensi tsunami hingga 3 meter): Kota Bitung .
· Status WASPADA (Potensi tsunami hingga 0,5 meter): Kepulauan Talaud, Ternate, Halmahera, Manado, Minahasa Selatan, dan Minahasa Utara .
Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Bambang Surya Putra, mengimbau masyarakat di wilayah pesisir yang masuk dalam status Siaga dan Waspada untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi. "Jangan menunggu konfirmasi lebih lanjut jika merasakan getaran kuat dan melihat air laut surut secara tidak wajar. Keselamatan adalah yang utama," tegasnya.
Baca Juga: Kawanan Monyet Serbu Kompleks RSUD Tangen Sragen, Begini Nasib Para Pasien
Hingga pukul 07.00 WIB, laporan awal dari BPBD Sulawesi Utara menyebutkan warga di Kota Bitung dan Manado berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi. Kepanikan sempat terjadi seiring dengan sirine peringatan dini yang berbunyi di beberapa titik.
Namun, berdasarkan pengamatan tim di lapangan, hingga berita ini ditayangkan belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan parah atau korban jiwa akibat gempa utama. Pihak BPBD setempat masih terus melakukan asesmen dan pendataan di daerah-daerah yang terdampak getaran terkuat.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Pastikan bangunan tempat tinggal dalam kondisi stabil sebelum kembali ke dalam rumah.
Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Utara, Joy Oroh, mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa bumi susulan yang mungkin terjadi dalam beberapa jam ke depan. "Kami meminta masyarakat untuk terus memantau informasi resmi hanya dari BMKG dan tidak mudah menyebarkan foto atau video yang belum terverifikasi kebenarannya," ujarnya. (iwa)
(Sumber: BMKG, BNPB, BPBD Sulut)
Editor : Iwa Ikhwanudin