RADAR JOGJA - Perubahan kepemimpinan kembali terjadi di lingkungan Kementerian Keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi melantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal, menggantikan Heru Pambudi yang telah menjabat sejak Maret 2021.
Pelantikan yang digelar di Jakarta pada Jumat (27/3/2026) itu menandai babak baru dalam struktur organisasi Kementerian Keuangan, sekaligus melanjutkan estafet kepemimpinan di posisi strategis tersebut.
“Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” ujar Purbaya dalam prosesi pelantikan.
Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Lantik Robert Leonard Marbun, Perkuat Peran Strategis Sekjen Kemenkeu
Robert Leonard Marbun bukan sosok baru di lingkungan birokrasi fiskal.
Pria kelahiran Medan, 23 Juni 1970 ini telah menapaki karier panjang, terutama di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Pengalamannya mencakup berbagai posisi penting, mulai dari bidang pengawasan dan penegakan hukum hingga kerja sama internasional.
Dari sisi akademik, Robert memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan berorientasi global.
Ia merupakan lulusan Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran, sebelum melanjutkan studi ke Jepang.
Di sana, ia meraih gelar Master of Policy Analysis di Saitama University pada 2000, serta Doctor of Philosophy di bidang ekonomi dari Kobe University pada 2004.
Baca Juga: Belanja Pegawai Tembus 40 Persen, Nasib PPPK Kulon Progo Terancam
Kombinasi pemahaman kebijakan publik dan ekonomi internasional tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya.
Sejumlah posisi strategis pernah diemban, seperti Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi, Direktur Kepabeanan Internasional, hingga Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga.
Kariernya kemudian berlanjut sebagai Staf Ahli di bidang kebijakan penerimaan negara di Kementerian Keuangan, sebelum akhirnya dipercaya mengisi posisi Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan di Kementerian Investasi/BKPM.
Pengalaman lintas sektor ini memperkaya perspektifnya, terutama dalam koordinasi antarinstansi dan kebijakan investasi.
Selain rekam jejak jabatan, perjalanan karier Robert juga tercermin dari laporan kekayaannya sebagai pejabat negara.
Baca Juga: Prediksi Skor Swiss vs Jerman FIFA Matchday Sabtu 28 Maret 2026
Berdasarkan data LHKPN di Komisi Pemberantasan Korupsi, nilai asetnya tercatat mengalami dinamika dari waktu ke waktu, mulai dari sekitar Rp 1,48 miliar pada 2007 hingga mencapai Rp 11,54 miliar pada akhir 2024.
Penunjukan Robert sebagai Sekretaris Jenderal diharapkan mampu memperkuat peran strategis Sekretariat Jenderal dalam mendukung reformasi birokrasi dan tata kelola keuangan negara yang semakin modern.
Dengan pengalaman panjang serta wawasan internasional yang dimiliki, ia dinilai memiliki modal kuat untuk mengawal koordinasi internal sekaligus memastikan kebijakan berjalan efektif.
Di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis, kehadiran kepemimpinan baru ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas dan kinerja Kementerian Keuangan dalam mendukung perekonomian nasional. (Lintang Perdana)
Editor : Meitika Candra Lantiva