RADAR JOGJA - Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji jelang Hari Raya Idul Fitri aman.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan langsung kondisi cadangan energi nasional saat ini.
Dalam sidang kabinet di Jakarta, Jumat (14/3/2026), Data pemerintah menunjukkan bahwa cadangan berbagai jenis BBM berada pada tingkat yang cukup tinggi.
BBM jenis RON 90 memiliki ketahanan stok sekitar 24 hari, RON 92 sekitar 28 hari, dan RON 98 mencapai sekitar 31 hari.
Sementara itu, beberapa jenis bahan bakar lain seperti avtur dan solar juga tercatat memiliki cadangan yang masih berada di atas batas minimal nasional.
“Jadi saya pikir untuk urusan bensin, insya Allah clear Bapak. Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG, insya Allah aman,” ujar Bahlil melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden.
Tak hanya soal ketersediaan stok, pemerintah juga menyoroti strategi pengadaan energi yang kini semakin beragam. Selama ini, banyak yang mengira Indonesia bergantung sepenuhnya pada Timur Tengah untuk pasokan minyak. Namun kenyataannya, sumber impor energi Indonesia jauh lebih luas.
Bahlil menjelaskan bahwa porsi impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah hanya sekitar 20 persen dari total impor nasional. Selebihnya, Indonesia mendapatkan pasokan dari berbagai negara di dunia.
“Jadi, minyak mentahnya itu 20 persen memang dari Middle East. Sisanya kita dapat dari Angola, Nigeria, Brasil kemudian sebagian Amerika, sebagian dari Malaysia,” terang Bahlil.
Selain itu, untuk produk BBM tertentu seperti bensin, Indonesia juga mengimpor dari negara - negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Singapura.
Di sisi lain, kebutuhan solar bahkan mulai dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri, didukung oleh program biodiesel dan pengembangan kilang nasional.
Pemerintah menilai langkah diversifikasi sumber energi ini penting untuk menjaga ketahanan energi nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang bisa memengaruhi distribusi minyak dunia.
Dengan pasokan yang berasal dari berbagai wilayah, risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan.
Dengan kondisi stok yang stabil dan sumber impor yang semakin beragam, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani periode Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran akan ketersediaan energi. (Lintang Perdana Shynatrya)
Editor : Meitika Candra Lantiva