RADAR JOGJA - Kematan MI, pria paruh baya yang tewas dianiaya usai kepergok mencuri buah labu siam di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyisakan luka mendalam bagi Cucum Suhenda, adik korban.
Cucum menceitakan, kejadian itu berlangsung cepat.
Cucum menyaksikan sendiri bahwa pelaku yang merupakan pemilik kebun, menghajar kakaknya, sesampainya di rumah MI (56).
Kakaknya di pukul hingga beberapa kali kepalanya terbentur tembok.
Dalam video amatir yang beredar luas di media sosial, Cucum pun memperlihatkan tempat kejadian perkara (TKP) tindakan penganiayaan tersebut.
Sembari, ia menunjukkan bekas-bekas simbahan darah korban yang telah menempel dan mengering di dinding rumah korban.
Cucum pun menyesal. Pasalnya saat itu tak segera melerai korban dan pelaku.
Cucum pun bingung penyebab perselisihan yang menyulut emosi pelaku hingga melakukan tindakan anarkis.
"Kalau misalnya saya membantu, takutnya disabotase sama si pelaku. Makanya saya diam aja," terang Cucum penuh penyesalan.
"Saya bilang sudah-sudah," lanjut Cucum bermaksud melerai.
Ia pun menyaksikan peristiwa tersebut hingga sang pelaku pulang.
"Lalu bisa nolong, udah, pulang," kata Cucum, saat itu Cucum berusaha menolong kakaknya bangkit.
Baca Juga: Fakultas Kedokteran UAJY dan Paroki Santo Yoseph Medari Gelar Bakti Sosial Kesehatan
Ia pun menyaksikan sang kakak pulang dengan jalan yang tergopoh-gopoh dan mengeluhkan kepala sakit.
"Bawa labunya dua, ini yang saya curi. Tadinya mau dimasak saya menyesal di hati," kenang Cucum menceritakan kisah malang kakaknya itu.
Dijelaskan bahwa labu tersebut hendak dimasak untuk berbuka.
Peristiwa dugaan pencurian itu terjadi pada Sabtu 28 februari 2026.
Pasca mendapatkan penganiayaan MI hanya terbaring lemah di rumahnya.
Karena benturan ekonomi ia tidak sempat mendapatkan perawatan medis.
Pada Senin 2 Maret, dua hari pasca penganiayaan itu, MI pun meregang nyawa.
Kematian MI menyebabkan satu keluarga kehilangan tulang punggung.
Lantaran MI harus menghidupi ibunya yang sudah tua renta.