Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa Gerhana Bulan Total dijadwalkan terjadi pada 3 Maret 2026 dan dapat disaksikan di seluruh bagian Indonesia.
Peristiwa astronomi ini berlangsung pada saat bulan purnama, di mana Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam posisi sejajar, sehingga Bulan sepenuhnya terbenam dalam bayangan inti (umbra) Bumi.
Ketika gerhana mencapai titik puncaknya, Bulan akan terlihat berwarna merah tua. Fenomena ini terjadi karena hamburan Rayleigh yang terjadi di atmosfer Bumi, di mana cahaya biru dari Matahari lebih tersebar luas, sedangkan cahaya merah yang memiliki panjang gelombang yang lebih besar diteruskan dan dipantulkan kembali ke permukaan Bulan.
Menurut informasi dari laman resmi BMKG, fase penumbra gerhana dimulai pada pukul 15.42 WIB dan berakhir pada 21.24 WIB.
Puncak dari gerhana diprediksi terjadi pada 18.33 WIB, dengan total durasi peristiwa ini mencapai 5 jam 41 menit, sedangkan fase totalitas berlangsung sekitar 59 menit.
BMKG menyatakan bahwa sebagian dari wilayah Indonesia di bagian barat akan melihat gerhana sejak terbitnya bulan, sementara daerah tengah dan timur dapat mengamati hampir seluruh tahapan gerhana sampai selesai.
Secara internasional, peristiwa ini juga bisa dilihat di Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, dan beberapa area di Amerika.
BMKG mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai alat pendidikan dalam bidang astronomi, karena Gerhana Bulan Total dapat disaksikan dengan mata telanjang tanpa memerlukan perlindungan khusus.
Penulis: Ferry Aditya
Editor : Bahana.