RADAR JOGJA - Aktivitas pendakian Gunung Lawu resmi dihentikan sementara sepanjang Februari 2026.
Penutupan ini berlaku untuk seluruh jalur pendakian populer, termasuk via Cemoro Kandang, Cetho, Pringgodani, dan Taman Saraswati.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah pemulihan jalur sekaligus upaya menjamin keselamatan pendaki di tengah kondisi medan yang kian memburuk.
Berdasarkan pengumuman resmi, penutupan dimulai pada Minggu, 1 Februari 2026 hingga Sabtu, 28 Februari 2026.
Selama periode tersebut, tidak ada aktivitas pendakian yang diperbolehkan masuk ke kawasan Gunung Lawu melalui jalur mana pun.
Pemerintah daerah bersama pengelola kawasan menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat menyeluruh dan wajib dipatuhi oleh semua pihak.
Dalam surat pemberitahuan penutupan jalur pendakian Gunung Lawu, dijelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemulihan kawasan.
“Sehubungan dengan akan diadakannya pemulihan jalur pendakian guna memperbaiki pendakian, jalur lintasan, rambu-rambu keselamatan serta kebersihan lingkungan di kawasan Gunung Lawu dengan tujuan untuk menjamin keselamatan pengunjung serta menjaga keberlanjutan fungsi kawasan wisata alam,” demikian tertulis dalam surat tersebut.
Penutupan dilakukan seiring rencana pemulihan jalur pendakian yang mengalami kerusakan.
Selain jalur pendakian, fasilitas pendukung juga dilaporkan mengalami penurunan fungsi.
Situasi ini dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan maupun menyulitkan proses evakuasi apabila terjadi keadaan darurat di kawasan gunung.
Surat tersebut juga menegaskan waktu dan cakupan penutupan jalur.
“Maka mulai hari Minggu, 1 Februari 2026 sampai dengan Sabtu, 28 Februari 2026, pendakian Gunung Lawu melalui Cemoro Kandang, Cetho, Pringgodani, dan Taman Saraswati ditutup,” tulis pengumuman itu.
Penutupan ini ditegaskan sebagai langkah preventif demi keselamatan pengunjung sekaligus upaya menjaga kelestarian kawasan wisata alam Gunung Lawu dalam jangka panjang.
Dengan pemulihan yang dilakukan selama sebulan penuh, jalur pendakian Gunung Lawu diharapkan dapat kembali dibuka dengan kondisi yang lebih aman, nyaman, dan layak dilalui oleh para pendaki. (Raka Adichandra)
Editor : Meitika Candra Lantiva