Istilah hilang kontak ini sebenarnya tidak selalu berarti sebuah kecelakaan yang berbahaya terjadi pada pesawat.
Sederhananya hilang kontak terjadi ketika komunikasi dua arah antara pilot dengan petugas pengatur lalu lintas udara atau Air traffic Control (ATC) terputus.
Komunikasi dengan ATC ini sangat penting karena membantu pilot untuk mengetahui posisi pesawat lain serta mengetahui keadaan di luar pesawat karena ketika melakukan penerbangan, pilot dan co-pilot hanya dapat melihat awan atau bahkan pandangannya tertutup kabut dalam keadaan buruk.
Hilang kontak ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor.
1. Gangguan teknis pada sistem radio
Adanya gangguan pada listrik dan antena sinyal yang patah dapat mnejadi salah satu penyebab hilang kontak menyebabkan sinyal radio hilang sehingga komunikasi terputus. Hal terbutuk dari faktor ini adalah padam totalnya sistem listrik pesawat yang mematikan semua alat komunikasi.
2. Faktor geografis dan cuaca
Menjadi salah satu faktor yang sering menyebabkan hilang kontak, cuaca buruk yang ekstream seperti badai disertai petir memang tidak dapat dihindari. Bahkan ketika pesawat melintasi pegunungan tinggi, sinyal bisa terpengaruhi oleh topografi bumi.
3. Kesalahan manusia (human error)
Penyebab hilang kontak karena kelalaian manusia, dalam hal ini merupakan pilot, adalah suatu kesalahan fatal. Kesalahan ini terjadi sebelum penerbangan karena kemungkinan pilot salah dalam memasukkan frekuensi radio.
Bahkan dalam keadaan darurat yang terjadi ketika pesawat terbang, komunikasi menjadi prioritas kedua setelah mengendalikan pesawat.
Ketika pesawat dipastikan hilang kontak, ada tiga fase respon dari ATC yang dilakukan untuk memastikan apakah pesawat masih dapat dihubungi atau benar-benar putus kontak.
Bersadarkan standar International Civil Aviation Organization, fase tersebut terdiri dari:
1. INCERFA (Uncertainty Phase): Merupakan fase ketidakpastian dimana komunikasi yang terputus
lebih dari 30 menit hingga pesawat tidak tiba tepat waktu akan dilakukan keputusan mencari informasi.
2. ALERFA (Alert Phase): Fase kedua setelah putus kontak, jika upaya menyambungkan
komunikasi tetap gagal dan dikhawatirkan terjadi hal berbahaya pada pesawat. Dilakukan putusan untuk semua unit penyelamatan bersiaga.
3. DETRESFA (Distress Phase): Fase berbahaya tertinggi dari hilang kontak. Tahap ini dilakukan dengan mengerahkan operasi Search and Rescue (SAR) untuk mencari pesawat ketika ada indikasi kuat pesawat mengalami kecelakaan.
Penulis: Hanifah Fajri Nurhikmah
Editor : Bahana.