Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak Ditemukan: Beberapa Kali Terjadi, Apa Sebenarnya Penyebab Pesawat Bisa Hilang Kontak?

Magang Radar Jogja • Senin, 19 Januari 2026 | 11:57 WIB

Pesawat ATR 42-500 (Deutsche-Privatjet)
Pesawat ATR 42-500 (Deutsche-Privatjet)
RADAR JOGJA - Pesawat Avions de Transport Regional (ATR) 42-500 dikabarkan hilang kontak dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1).

Puing pesawat yang membawa tujuh kru dan tiga penumpang tersebut kemudian ditemukan pada Minggu (18/1) di lereng puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Hilang kontak bukan merupakan kejadian pertama kali dalam sejarah tragedi kecelakaan pesawat. Hilang kontak atau loss of communication merupakan situasi darurat (Inggris: emergency phrases) yang terjadi saat pesawat tidak terdeteksi di radar dan terputusnya komunikasi antara awak pesawat dengan pihak bandara.

Secara teknis terdapat kemungkinan penyebab pesawat hilang kontak yang eperti berikut ini.

1. Kerusakan Radar atau Radio Komunikasi

Setiap pesawat memiliki sistem radar utama. Mengutip dari situs Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD), saat terjadi masalah pada sistem radar utama dan pesawat masih bisa dihubungi meskipun terdapat beberapa gangguan, maka pesawat belum dapat dinyatakan “hilang”. Hal tersebut bisa terjadi dalam kondisi cuaca buruk yang dapat mengganggu sinyal komunikasi.

Namun, jika radio komunikasi tidak berfungsi pada radar utama dan semua radar lainnya, maka dapat dikatakan pesawat tersebut hilang kontak (Inggris: lost contact).

2. Cuaca Buruk

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, cuaca buruk dapat mengganggu sinyal radio komunikasi. Persoalan cuaca buruk memang paling sering dialami dan mengganggu penerbangan pesawat.

Cuaca buruk atau tidak menentu seperti hujan dan badai petir dapat menyebabkan pesawat mengalami turbulensi atau ketidakstabilan.

Mengutip dari situs STTD, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan kerusakan sistem kelistrikan dan error radio komunikasi, sehingga pesawat dapat mengalami hilang kontak.

3. Sabotase

Pembajakan pesawat atau sabotase merupakan pengambilalihan kendali pesawat sebagai tindakan kejahatan yang dilakukan dari dalam maupun luar sistem pesawat.

Sabotase dilakukan dengan tindakan sengaja untuk merusak sistem komunikasi yang menyebabkan hilang kontak, serta mengorbankan keselamatan penumpang. Selain itu, sabotase juga sering dikaitkan dengan aksi terorisme.

Meskipun jarang terjadi, tetapi tragedi pesawat diduga karena aksi sabotase pernah terjadi beberapa kali, seperti Pesawat Pan Am (Lockerbie) pada 1988, Malaysian Hospitality (MH) 17 pada 2014, dan Germanwings Flight 9525 pada 2015.

Selain itu, beberapa pihak mengaitkan pesawat hilang kontak dengan aktivitas supranatural, tetapi pesawat hilang kontak dapat dijelaskan secara teknis sebagaimana yang telah disebutkan.

Tragedi Pesawat ATR 42-500 memberikan pesan berharga bahwa teknologi yang canggih sekalipun tetap dapat mengalami kerusakan dan disfungsi.

Meskipun demikian, evaluasi dan improvisasi berkelanjutan di dunia aviasi tetap perlu dilakukan sebagai upaya untuk meminimalisir kejadian serupa di masa depan.

Penulis: Salwa Hunafa

Editor : Bahana.
#ATR 42 500 #Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport #ATR 42 500 hilang #maros sulawesi selatan