RADAR JOGJA - Kementrian Kebudayaan (Kemenbud) anggarkan sebesar Rp 11 miliar untuk membantu proses awal pembersihan serta perbaikan pada cagar-cagar budaya yang rusak akibat adanya bencana banjir bandang yang menerjang Provinsi Sumatera.
Terdapat sebanyak 70 cagar budaya di Provinsi Sumatera yang terkena dampak banjir bandang ini.
Mayoritas kerusakan terjadi pada cagar budaya seperti masjid, gereja, museum, dan makam-makam tua.
Anggaran dana tersebut bukan hanya untuk perbaikan cagar budaya, melainkan juga ditujukkan kepada pelaku budaya.
“Akan kita bantu perbaiki termasuk para pelaku budayanya,” ucap Menteri Kebudayaan Fadli Zon di hadapan awak media.
Menurutnya, mayoritas situs yang terdampak merupakan cagar budaya yang berada di tingkat kabupaten kota dan provinsi.
Selain itu, terdapat pula yang belum didaftarkan secara administratif namun memiliki nilai budaya yang kuat.
“Kita sudah menyiapkan anggarannya, dukungannya, dan sudah di data. Memang ada yang rusak ringan, sedang, maupun berat,” ujarnya.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, cagar budaya yang terdampak bertambah jumlahnya lebih dari 100 lokasi.
“Cagar budaya yang terdampak sekarang angkanya lebih dari 100, karena kemarin sulit menjangkau daerah dengan akses yang terputus,” ungkap Fadli.
Kemenbud juga menjelaskan proses upaya penanganan cagar budaya yang terkena dampak tersebut akan dimulai pekan depan dengan melibatkan gotong-royong serta kerjasama warga setempat.
“Segera nanti kita kerjasama dengan warga, kita tau prioritas yang utama itu masyarakat. Pada waktu bencana yang kita lakukan mitigasi tanggap darurat,” tambahnya. (Salwa Caesy)