Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Update Banjir Bandang Sumatera 2025: Korban Tewas Tembus 969 Jiwa, Ratusan Ribu Rumah Rusak, Pendataan Terus Dilakukan

Magang Radar Jogja • Kamis, 11 Desember 2025 | 00:32 WIB
Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Tanah Longsor Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat BNPB Tahun 2025
Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Tanah Longsor Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat BNPB Tahun 2025

 

RADAR JOGJA - Dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera kian memprihatinkan.

Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu (10/12/2025) mencatat 969 orang meninggal dunia, sementara 262 jiwa lainnya dinyatakan hilang.

Angka ini dihimpun dari Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor BNPB yang diperbarui pada pukul 09.07 WIB.

Selain korban jiwa, BNPB juga melaporkan sekitar 5.000 orang mengalami luka-luka serta 157,9 ribu rumah warga rusak, yang tersebar di 52 kabupaten/kota di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar.

 

Tidak hanya itu, 1.200 fasilitas umum, 498 jembatan, dan 584 sekolah turut mengalami kerusakan.

Aceh menjadi provinsi dengan korban meninggal tertinggi, yakni 391 orang.

Kabupaten Aceh Utara mencatat angka kematian terbanyak dengan 138 jiwa, disusul Aceh Tamiang (58 jiwa) dan Aceh Timur (48 jiwa).

Sementara itu, 31 orang masih hilang dan 4.300 warga mengalami luka-luka di wilayah tersebut.

Di Sumatera Barat, jumlah korban meninggal mencapai 238 orang.

Kabupaten Agam menjadi daerah terdampak paling parah dengan 181 korban jiwa, diikuti Padang Pariaman (23 orang) dan Kota Padang Panjang (19 orang).

Masih ada 93 warga hilang dan 113 luka-luka.

Adapun di Sumatera Utara, data menunjukkan 340 orang meninggal dunia, dengan korban terbanyak berasal dari Tapanuli Tengah (110 jiwa), Tapanuli Selatan (85 jiwa), dan Kota Sibolga (53 jiwa).

Total 138 orang masih dinyatakan hilang, sementara 650 warga terluka.

BNPB juga melaporkan jumlah pengungsi mencapai sekitar 850 ribu orang.

Banyak dari mereka masih bertahan di pos-pos sementara akibat rumah yang rusak parah atau hilang tersapu banjir.

Dengan kerusakan yang meluas dan korban yang terus bertambah, pemerintah pusat dan daerah terus mengintensifkan upaya pencarian, evakuasi, serta bantuan logistik untuk warga terdampak.

Upaya pendataan dan pemulihan diperkirakan memerlukan waktu panjang mengingat skala bencana yang sangat besar. (Raka Adichandra)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#korban meninggal #BNPB #Banjir Sumatera 2025 #banjir bandang #update banjir #banjir dan longsor