Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Respons Cepat Krisis Pangan di Kawasan Bencana, Menteri Pertanian ACC Permintaan 10.000 Ton Beras untuk Aceh

Magang Radar Jogja • Selasa, 9 Desember 2025 | 23:39 WIB

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memberikan persetujuan atas permintaan tambahan beras sebanya 10.000 ton yang diajukan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf Sumber: Pertanian.go.id
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memberikan persetujuan atas permintaan tambahan beras sebanya 10.000 ton yang diajukan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf Sumber: Pertanian.go.id
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memberikan persetujuan atas permintaan tambahan beras sebanya 10.000 ton yang diajukan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), guna memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir dan longsor di Aceh.

Keputusan ini menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah pusat dalam merespon kondisi darurat yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Melansir dari website resmi Kementerian Pertanian, Mentan Amran mengungkapkan bahwa ia mewakili nama Pemerintah Pusat telah mengabulkan permohonan 10.000 ton beras dari Gubernur Mualem.

Ia menjelaskan bahwa hal ini merupakan alokasi khusus yang berguna untuk memperkuat proses pemulihan pasca bencana dan stok beras nasional saat ini masih sangat mencukupi, bahkan Mentan telah siapkan hingga tiga kali lipat dari jumlah yang diminta.

Mentan menjelaskan bahwa ketersediaan beras nasional yang dikelola Perum Bulog per 8 Desember 2025 mencapai 3,68 juta ton beras.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir dan jauh melampaui rata-rata stok akhir tahun yang biasanya hanya berada di kisaran 1,2 sampai 1,5 juta ton beras.

Permintaan tersebut disampaikan Pemprov Aceh di tengah upaya percepatan penanganan bencana yang telah menimbulkan korban jiwa serta kerusakan pada sektor pertanian dan infrastruktur pendukung.

Sebelumnya, dalam Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda (7/12), Gubernur Mualem telah menyampaikan kebutuhan mendesak terkait stabilisasi harga bahan pokok, muali dari beras, air bersih, hingga gas elpiji.

Kunjungan Presiden ke Aceh selama dua hari ini menjadi momentum penting yang memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah sehingga proses penyaluran bantuan dapat dipercepat.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf juga menyampaikan apresiasi mendalam atas sigapnya respons pemerintah pusat, terutama Presiden Prabowo dan Mentan Amram.

Ia menegaskan bahwa dukungan ini sangat diharapakan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan di wilayah-wilayah terdampak bencana.

Di sisi lain. Mentan Amran menyampaikan rasa syukurnya karena Indonesia kini berada dalam posisi swasembada beras dengan produksi yang melimpah.

Berdasarkan data BPS, total ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 34,79 juta ton.

Pemerintah juga memastikan cadangan beras tetap terjaga hingga setelah panen raya 2026, dengan stok cadangan pemerintah di proyeksikan berada di atas 3,5 juta ton pada Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa distribusi 10.000 ton beras untuk Aceh akan segera dilakukan oleh Perum Bulog Divre Aceh dalam pekan ini melalui mekanisme bantuan pangan dan program stabilisasi pasokan dan harga (SPHP).

Bantuan tersebut juga melengkapi alokasi awal sebesar 10.614 ton beras untuk Aceh, yang merupakan bagian dari paket bantuan darurat nasional bagi tiga provinsi di Sumatera yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan total alokasi mencapai 34 ribu ton.

Penulis: Alif Rizki Wahyu N K

Editor : Bahana.
#Kementerian Pertanian #Kawasan bencana #menteri pertanian amran sulaiman