RADAR JOGJA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjadi sorotan netizen saat mengunjungi korban banjir di Sumatera.
Video Zulhas memanggul beras dan membersihkan rumah warga yang terkena banjir viral dan dianggap pencitraan oleh netizen.
Video itu diunggah di akun TikTok pribadi Zulhas, empat hari lalu.
"Aura Pencitraannya kuat banget," komentar akun TikTok @dendhami.
"Pahlawan bertopeng," cecar akun TikTok Retro.
"Aktingnya keren," ujar netizen lainnya.
Dalam video itu, tampak Zulhas memanggul beras dan berjalan sembari menyapa warga terdampak banjir di Padang, Sumatera Barat.
Lantas ia berdialong dengan warga dan membantu membersihkan rumah warga yang penuh lumpur pasca diterjang banjir.
Zulhas juga menemui seorang ibu rumah tangga yang kehilangan usahanya.
Mesin jahit miliknya hanyut saat diterjang banjir.
"Nah, ibu kan usahanya habis, nanti pemerintah akan bantu. Tapi sebelum pemerintah saya akan bantu pribadi modal usaha, biar semangat lagi," tutur Zulhas.
Zulhas berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat warga di tengah kondisi yang tengah terpuruk.
Ia juga berjanji akan membantu korban lainnya yang usahanya hilang.
Dalam kesempatan itu Zulhas meninjau lokasi rumah warga yang hilang dan telah menjadi sungai.
Ada sekitar 15 rumah warga yang luluh lantah tak tersisa.
Zulhas meminta agar peemerintah setempat mendata warganya untuk selanjutnya dilakukan relokasi.
"Tadi kami sudah punya solusi dengan pak walikota, pak walikota akan menyiapkan lahannya. Insyaallah nanti pemerintah akan bangun, rumah-rumah yang hanyut tidak tersida lagi," terangnya.
Dia meminta warga setempat agar lebih bersabar daam menghadapi cobaan ini.
"Tentu kita semua berduka ya, kita bekerja keras agar ini semua bisa teratasi," ungkap Zulhas.
Meski mendapat komentar pedas, ada juga yang menganggap aksi Zulhas langkah yang tepat, karena turun langsung dan segera memberikan bantuan kepada korban bencana alam, banjir bandang dan tanah longsong di Sumatera Barat.
"Alhamdulillah ada kebaikan," komentar NgopiPolitik.
Editor : Meitika Candra Lantiva