RADAR JOGJA - Nama Anita Dewi mendadak jadi sorotan, setelah tindakannya dikecam warganet.
Buntut kasus hilangnya tumbler merek TUKU di KRL, menyeret pegawai KRL bernama Argi nyaris dipecat.
Kini PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah memediasi antara petugas Passenger Service Stasiun Rangkasbitung Argi dan seorang pengguna Commuter Line Anita Dewi tersebut.
Melansir dari Antara, Pertemuan bernuansa kekeluargaan itu digelar di Kantor KAI Wisata, Stasiun Gondangdia, Jakarta, pada Kamis (27/11) malam dan menghasilkan kesepahaman bersama dari seluruh pihak.
Baca Juga: Laga Ulang Final Piala Eropa 1979, Nottingham Forest Kembali Taklukkan Malmo
KAI berharap mediasi ini dapat meluruskan persepsi publik agar tidak menjadi bola liar.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin secara tegas, mengatakan bahwa perusahaan menjunjung tinggi profesionalitas.
Utamanya dalam layanan sekaligus memastikan seluruh pegawai mendapatkan dukungan penuh saat bertugas.
Ditegaskan bahwa setiap insan KAI berkomitmen melayani pelanggan dengan dedikasi tinggi.
Pada saat yang sama, perusahaan juga berkewajiban melindungi dan memberikan dukungan kepada seluruh pekerja.
"Argi tetap menjadi karyawan KAI Group dan bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik,” ujar Bobby.
Baca Juga: Laga Ulang Final Piala Eropa 1979, Nottingham Forest Kembali Taklukkan Malmo
Penyelesaian dengan cara kekeluargaan ini merupakan wujud keterbukaan KAI Group terhadap masukan-masukan pelanggan kepada pelayanan perusahaan.
Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba dalam keterangannya menyebut bahwa, pemecatan Argi dari pekerjaannya tidaklah benar.
Anne menepis isu pemecatan yang sebelumnya ramai beredar di media sosial.
Dia memastikah bahwa proses pelayanan berjalan sesuai ketentuan.
"Kami menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap petugas terkait sebagaimana isu yang muncul sebelumnya,” ujar Anne lantang.
KAI Group melalui KAI Commuter dan KAI Wisata akan melakukan evaluasi menyeluruh guna memperkuat koordinasi layanan.
Baca Juga: Deretan Kafe 24 Jam di Jogja, Tempat Andalan untuk Produktif
Termasuk prosedur pengelolaan barang tertinggal (lost and found).
Pihaknya terus meningkatkan integritas dan kesiapsiagaan pekerja, baik di stasiun maupun selama perjalanan.
"Agar layanan semakin responsif dan terpercaya,” tambahnya.
KAI juga mengimbau seluruh pelanggan agar selalu tanggap dan mengawasi barang bawaannya.
Baik di area stasiun maupun selama menggunakan layanan kereta api, Commuter Line, maupun layanan KAI Group lainnya.
Agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: Celtic Bangkit untuk Kalahkan Feyenoord dan Mencatatkan Kemenangan Pertama di Belanda Sejak 2001
Kronologi
Peristiwa bermula pada Senin (24/11/2025) malam, ketika Anita pulang kerja menggunakan Commuter Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung.
Ia turun di Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 19.40 WIB dan baru menyadari bahwa sebuah cooler bag miliknya tertinggal di bagasi gerbong khusus perempuan.
Ia kemudian melapor kepada petugas keamanan di stasiun tersebut dan diminta menunggu informasi lanjutan setelah barang ditemukan.
Tak selang lama, cooler bag tersebut berhasil ditemukan oleh petugas walka petugas keamanan yang bertugas di dalam kereta dan difoto sebagai bukti.
Baca Juga: Diwarnai Kerusuhan Suporter Young Boys, Aston Villa Amankan Kemenangan di Villa Park
Cooler bag itu lalu diserahkan kepada petugas jaga gate di stasiun tujuan kereta.
Pada saat serah terima, kondisi stasiun sedang ramai sehingga petugas hanya memotret proses penyerahan tanpa membuka isi tas.
Tas kemudian dibawa ke ruang PS, diletakkan di meja, dan menjelang akhir dinas petugas baru menyadari bahwa tas tersebut sudah disimpan dalam lemari penyimpanan barang yang terkunci.
Keesokan harinya, Anita mendatangi Stasiun Rangkasbitung untuk mengambil cooler bag tersebut bersama suaminya.
Ia menerima barang itu dalam keadaan utuh bagian luar, namun saat dibuka, satu barang dinyatakan hilang yakni tumbler TUKU kesayangannya.
Saat dikonfirmasi, petugas PS menyatakan bahwa isi tas memang tidak dicek saat penerimaan barang karena proses serah terima berlangsung cepat di tengah keramaian penumpang.
Pengecekan ulang di ruangan walka pun tidak membuahkan hasil.
Kecaman Warganet
Semua berawal dari unggahan Anita di Threads yang mengungkapkan kekecewaannya atas hilangnya tumbler tersebut.
Keluhannya menyebut adanya dugaan kelalaian petugas KAI dalam proses penanganan barang tertinggal, hingga kemudian kasus menjadi viral dan memicu kabar bahwa petugas yang bertugas pada saat itu diberhentikan.
Isu ini kemudian menuai kecaman keras dari sejumlah warganet.
Viralnya kasus itu memicu kemarahan warganet.
Banyak komentar bernada protes terhadap pemecatan petugas, mempertanyakan nilai tumbler yang hilang hingga berujung pada sanksi berat.
Sejumlah pengguna media sosial menuliskan komentar seperti, “Semahal apa sih tumblernya sampai bikin orang kehilangan pekerjaan?” atau “Gak introspeksi diri sama keteledoran sendiri, akhirnya nyalahin orang lain.”
Ada pula yang menyebut, “Maaf bu, terlalu ribet hidupnya. Ikhlasin aja tanpa merugikan orang lain.” (Silvia Oktaviani)
Editor : Meitika Candra Lantiva