RADAR JOGJA - Indonesia punya banyak cerita mistis tentang adanya pesugihan.
Menurut cerita yang beredar di masyarakat dan yang hingga kini banyak diyakini, banyak orang mengambil jalan pintas dengan cara yang tidak halal.
Yakni bersekutu dengan jin, iblis maupun makhluk gaib.
Salah satu yang sering terdengar yaitu pesugihan Babi Ngepet.
Babi Ngepet kerap kali disangkut pautkan ketika terjadi kasus kehilangan uang secara misterius.
Menurut kepercayaan yang berkembang, babi ngepet adalah manusia yang melakukan ritual gaib agar dapat berubah bentuk menjadi babi demi memperoleh harta dalam waktu singkat.
Dalam hadis dijelaskan bahwa jin dapat berubah bentuk menjadi hewan seperti ular, anjing, kalajengking, dan lain lain, tetapi jin tidak bisa mengambil barang atau harta manusia di alam nyata secara fisik.
Bentuk gangguan jin terhadap manusia bersifat non fisik, seperti menumbuhkan rasa takut, mengacaukan pikiran, dan membuat seseorang halusinasi.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan bahwa jin dapat berubah wujud menjadi babi dan mencuri harta manusia bertentangan dengan ajaran Islam tentang kemampuan serta keterbatasan makhluk gaib.
Selain itu, Islam juga mengajarkan untuk mencari rezeki melalui jalan yang halal dan penuh ikhtiar, bukan dengan tindakan yang mengarah pada kesyirikan.
Mitos adanya babi ngepet secara tidak langsung menunjukkan hubungan kekayaan dengan kekuatan gaib, sementara dalam al-Quran dan hadis tidak ada satupun yang menyatakan bahwa manusia dapat berubah wujud untuk mendapatkan harta.
Sama halnya dengan pesugihan yang memakai sihir sebagai alat manipulasi aura agar usaha tersebut ramai.
Maka dari itu, para ulama selalu menekankan pentingnya tabayyun atau memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya pada orang lain.
Mitos-mitos yang berkembang dalam masyarakat mengenai hal gaib sering terjadi akibat kurangnya literasi dan kebutuhan masyarakat akan penyelesaian masalah ekonomi secara cepat.
Bahkan, cerita ini kadang dimanfaatkan untuk menuduh pihak tertentu tanpa bukti, sehingga menimbulkan konflik sosial.
Memahami bahwa babi ngepet adalah cerita rakyat dan tidak memiliki dasar dalam syariat sangat penting agar masyarakat tidak mudah terbawa informasi yang salah.
Islam sendiri mengajarkan umatnya untuk memakai akal sehat dan menjaga kemurnian iman, sehingga mampu membedakan mana mitos dan mana ajaran agama yang benar. (Desfina Citra)