RADAR JOGJA – Di balik kesakralan ritual keagamaan di Bali, terdapat sosok inspiratif dari Kebumen Jawa Tengah, Anwar Mustofa, yang melalui CV Bina Usaha Bersama, memproduksi permen sajen khusus untuk persembahan umat Hindu. Usahanya tidak hanya berkontribusi pada tradisi spiritual tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitarnya.
Permen yang dinamakan "Mahar Dewa Agung – Permen Sajen Banten" ini dirancang khusus untuk keperluan sesajen dalam upacara seperti Galungan, Kuningan, dan Nyepi. Menariknya, bahan baku permen ini berasal dari permen reject yang tidak layak edar dan didatangkan dari Jakarta. Anwar melihat peluang untuk mengolah limbah permen ini menjadi bagian dari tradisi yang bermakna.
"Permennya memang khusus untuk sajen, bukan untuk dimakan. Sekali pengiriman, kami bisa mengirim hingga 7 ton," ungkap Anwar. Menjelang hari-hari besar keagamaan, permintaan bahkan dapat meningkat hingga 9 ton, termasuk kebutuhan seperti janur, gula, dan beras.
Di pasar-pasar di Denpasar, permen sajen ini dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan permen bermerek lainnya. Pedagang canang mengakui bahwa permen ini banyak dicari untuk keperluan banten, terutama pada saat Purnama, Tilem, dan piodalan.
Meskipun menghadapi kontroversi, usaha Anwar Mustofa telah memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Sekitar 20 warga setempat terlibat dalam proses produksi, mulai dari penyortiran bahan hingga pengemasan. Usaha yang dirintis sejak Mei 2025 ini telah membantu meningkatkan pendapatan banyak keluarga.
Anwar merasa bangga dapat berkontribusi dalam menjaga warisan budaya spiritual Nusantara. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih lanjut agar usahanya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
(Laeli Musfiroh)
Editor : Iwa Ikhwanudin