Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2025: Dari Simbol ke Aksi Nyata

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 5 November 2025 | 20:34 WIB

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2025 (Sumber: AI)
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2025 (Sumber: AI)


RADAR JOGJA – Setiap tanggal 5 November, Indonesia memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN). Namun ditengah krisis lingkungan yang makin nyata, peringatan ini tak lagi cukup sebagai simbol seremoni tahunan. HCPSN kini menjadi panggilan untuk bertindak, bukan hanya mencintai, tapi juga melindungi dan memulihkan kekayaan hayati bangsa. 

Baca Juga: Topan Maut Terjang Filipina, Korban Tewas Tembus 60 Jiwa

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 oleh Presiden Soeharto. Tujuannya sederhana namun mendalam, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian floral dan fauna Indonesia. Kata “puspa” berasal dari Bahasa Sansekerta yang berarti tumbuhan, sementara “satwa” berarti hewan. Keduanya adalah fondasi ekosistem yang menopang kehidupan manusia. 

Baca Juga: Menikmati Pagi di Jogja: Rekomendasi Spot Lari pagi yang Bikin Kamu Ketagihan

Namun, tiga dekade setelah HCPSN, ancaman terhadap keanekaragaman hayati justru meningkat. Penebangan liar, perburuan satwa, alih fungsi lahan, dan perubahan iklim telah membuat banyak spesies endemic Indonesia terancam punah. Dari orangutan Kalimantan hingga bunga Rafflesia, banyak yang kini bergantung pada upaya konservasi yang semakin mendesak.

Baca Juga: Indonesia Grafika Expo 2025 di JEC, Disperindag DIY: Momentum IKM Perkuat Branding 

Tahun ini, peringatan HCPSN diwarnai dengan kampanye digital, pawai lingkungan, dan edukasi publik di berbagai daerah. Google bahkan merayakan lewat ilustrasi khusus di laman pencarian mereka. Namun, di balik semarak itu, para pegiat lingkungan menekankan bahwa cinta terhadap puspa dan satwa harus diwujudkan dalam kebijakan nyata dan perubahan perilaku. 

Baca Juga: Prediksi Qarabag vs Chelsea Liga Champions Kamis 6 November Kick Off 01.45, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

“HCPSN bukan hanya soal mengenag, tapi soal menyelamatkan,” ujar aktivis konservasi dari Yogyakarta, Rina Wulandari. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga ekosistem lokal, seperti hutan di Gunungkidul dan kawasan pesisir Selatan DIY yang kaya akan spesies langka. 

Baca Juga: Prediksi Pafos vs Villarreal Liga Champions Kamis 6 November Kick Off 00.45, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Peringatan ini juga menjadi momen introspeksi bagi pemerintah daerah. Di tengah ancaman badai dan cuaca ekstrem yang diperingatkan BKMG, pelestarian lingkungan menjadi bagian dari mitigasi bencana, menjaga hutan berarti menjaga sumber air, mencegah longsor, dan melindungi habitat satwa. 

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Perempuan di Gamping Tidak Langsung Ditangkap, Polisi Sebut Dalam Perawatan Medis dan Motif Masih Didalami

HCPSN 2025 mengingatkan kita bahwa cinta terhadap alam bukan hanya slogan, melainkan komitmen jangka Panjang. Dari kebum rumah hingga kebijakan nasional, setiap tindakan kecil bisa menjadi bagian dari gerakan besar untuk menjaga puspa dan satwa Indonesia tetap hidup, bukan hanya di buku Pelajaran, tapi di alam nyata. 

(Hanifah Okta)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Hari Satwa Liar Sedunia #satwa #hari satwa sedunia