Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Viral Pertalite Dituding Bikin Motor Brebet, Begini Penjelasan Pertamina dan Menteri Bahlil

Bahana. • Kamis, 30 Oktober 2025 | 23:08 WIB

Photo
Photo
RADAR JOGJA - Isu bahan bakar Pertalite kembali ramai di media sosial.

Sejumlah pengguna motor di wilayah Jawa Timur, seperti Tuban hingga Surabaya, mengeluhkan kendaraannya mendadak tersendat saat dihidupkan alias “brebet” usai mengisi BBM jenis Pertalite.

Tak sedikit yang menduga, pertalite kini sudah dicampur dengan etanol.

Namun, PT Pertamina Patra Niaga membantah tudingan tersebut.

Pihaknya memastikan bahwa Pertalite yang beredar saat ini tidak mengandung etanol dan masih sesuai dengan spesifikasi resmi dari Direktorat Jenderal Migas, Kementerian ESDM.

“Tidak ada penambahan etanol dalam proses produksi maupun distribusi Pertalite," tutur Roberth MV Dumutubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga dalam keterangan tertulis, Rabu (8/10).

Pertamina juga menegaskan, perubahan formula bahan bakar tidak mungkin dilakukan tanpa izin resmi dari pemerintah.

Isu yang beredar di media sosial disebut muncul akibat miskonsepsi publik terkait uji coba biofuel yang masih dalam tahap rencana.

Dari sisi operasional, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi, memastikan bahwa seluruh tahapan distribusi BBM dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku ketat.

Ia menegaskan, tidak ada pelanggaran dalam proses pengiriman hingga penyimpanan BBM ke SPBU di wilayah Jawa Timur.

Uji Laboratorium di Jawa Timur

Menanggapi keluhan masyarakat di Jawa Timur, Pertamina melakukan pengambilan sampel Pertalite dari Terminal BBM Tuban dan Surabaya untuk diuji di laboratorium internal.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Migas (Ditjen Migas) Kementerian ESDM serta Lemigas untuk melakukan investigasi.

Hasil lab menunjukkan, produk Pertalite dinyatakan masih memenuhi spesifikasi dan standar mutu nasional, tanpa adanya indikasi kontaminasi air, bahan kimia, atau etanol.

Meski kualitas di sumber dan sampel SPBU dinyatakan aman, Pertamina tetap menyiagakan posko layanan konsumen di wilayah terdampak.

Posko-posko ini didirikan untuk melayani keluhan dan pelaporan langsung dari masyarakat yang mengalami kendala.

Pertamina juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Jawa Timur atas gangguan yang dirasakan, meski hasil uji menunjukkan BBM tetap sesuai standar.

Menteri ESDM, Bahlil Buka Suara

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia turut menanggapi kasus ini. Ia meminta agar Pertamina menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dan membuka posko pengaduan di daerah terdampak.

Bahlil sebelumnya memang pernah mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengkaji program bioetanol blending sebagai upaya transisi energi hijau nasional. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut belum diterapkan pada produk Pertalite yang saat ini dijual di SPBU Pertamina.

“Kalau memang itu benar rusak (karena BBM), saya minta nanti Pertamina untuk menanggung semuanya,” tegas Bahlil.

Ia juga menegaskan, bila ditemukan bukti bahwa BBM tidak sesuai standar, maka pemerintah akan memberikan sanksi tegas kepada pihak terkait.

Selain itu, ia meminta Pertamina menjaga transparansi dan berkomunikasi langsung dengan konsumen agar isu serupa tidak menimbulkan keresahan.

Penulis: Ayu Andayani Saputri

Editor : Bahana.
#Pertalite #bahlil