Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tragedi Mahasiswa Unud: Timothy Anugerah Akhiri Hidup dengan Melompat dari Gedung, Ejekan Rekan Kampus Tuai Kecaman

Magang Radar Jogja • Senin, 20 Oktober 2025 | 19:00 WIB
Tangkapan layar foto korban dan percakapan grup mahasiswa yang mengejek usai tragedi.
Tangkapan layar foto korban dan percakapan grup mahasiswa yang mengejek usai tragedi.

RADAR JOGJA – Dunia pendidikan dikejutkan oleh peristiwa tragis yang terjadi di Universitas Udayana (Unud), Bali.

Seorang mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), bernama Timothy Anugerah S (22), ditemukan meninggal dunia usai melompat dari lantai atas gedung fakultas pada Rabu (15/10/2025).

Menurut keterangan Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, sebelum kejadian, korban sempat terlihat gelisah di area kampus.

Saksi mata berinisial NKGA menuturkan, Timothy datang dari arah lift sambil membawa tas ransel dan mengenakan pakaian berwarna putih.

Ia tampak cemas dan terus memeriksa keadaan sekitar.

Tak lama kemudian, sekitar 15 menit setelah terlihat di lokasi, korban tiba-tiba melompat dari lantai empat dan jatuh di depan lobi gedung.

Mahasiswa tersebut langsung dilarikan ke RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar. Namun, nyawanya tak dapat diselamatkan.

Humas rumah sakit, I Dewa Ketut Kresna, menjelaskan korban tiba sekitar pukul 09.44 WITA dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.03 WITA akibat pendarahan internal serta patah tulang di beberapa bagian tubuh.

Diduga Depresi dan Pernah Coba Bunuh Diri

Dari pesan berantai yang beredar di kalangan mahasiswa, Timothy disebut telah lama bergulat dengan masalah kesehatan mental.

Ia bahkan dikabarkan pernah mencoba melakukan percobaan bunuh diri dengan cara serupa, namun berhasil dicegah.

Yang lebih memilukan, setelah kejadian tersebut, muncul tangkapan layar berisi percakapan grup mahasiswa yang memperlihatkan sejumlah orang menertawakan kematian korban.

Dalam obrolan itu, mereka bahkan membandingkan fisik Timothy dengan konten kreator Kekeyi.

Unggahan tersebut segera viral di media sosial dan menuai kemarahan publik.

Banyak pihak mengecam perilaku tak berempati tersebut, menilai hal itu mencoreng citra dunia pendidikan yang seharusnya menjadi tempat tumbuhnya solidaritas dan kepedulian.

Pengurus Hima Terlibat dalam Perundungan

Belakangan, diketahui bahwa beberapa nama yang terlibat dalam percakapan bernada ejekan itu merupakan pengurus aktif Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) FISIP Unud Kabinet Cakra.

Mereka di antaranya:

• Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana (Wakil Kepala Departemen Minat dan Bakat)
• Maria Victoria Viyata Mayos (Kepala Departemen Eksternal)
• Muhammad Riyadh Alvitto Satriyaji Pratama (Kepala Departemen Kajian, Aksi, Strategis, dan Pendidikan)
• Vito Simanungkalit (Wakil Kepala Departemen Eksternal)

Keterlibatan para pengurus himpunan itu memperburuk situasi dan menimbulkan sorotan tajam terhadap budaya organisasi mahasiswa di kampus tersebut.

Sanksi Tegas dari Fakultas dan Himpunan

Menanggapi kasus ini, Wakil Dekan III FISIP Unud, I Made Anom Wiranata, memastikan bahwa pihak fakultas telah memberikan sanksi akademik kepada para mahasiswa yang terbukti terlibat.

“Mereka akan mendapat pengurangan nilai soft skill selama satu semester, serta diwajibkan membuat surat pernyataan dan video permintaan maaf. Sanksi ini bukan ekspresi kebencian kami. Kami ini guru, tugas kami mendidik,” ujar Anom.

Selain itu, pihak Himapol FISIP Unud juga mengumumkan pemecatan tidak dengan hormat terhadap keempat pengurus yang terlibat, berlaku efektif mulai 16 Oktober 2025.

Baca Juga: Ekspor Udang Dibatasi, Nelayan dan Petambak di Kebumen Resah

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi dunia pendidikan tentang pentingnya empati, kesehatan mental, dan budaya saling mendukung di lingkungan kampus.

Dunia akademik seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa, bukan tempat yang memperburuk luka batin mereka. (Retno Anggi Kusuma Dewi)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Timothy Anugerah Saputra #mahasiswa unud #kecaman #Timothy #tragedi #polresta denpasar