RADAR JOGJA - Sedang viral di media sosial kasus penamparan siswa di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten yang menuai banyak respon dari netizen.
Netizen berbondong-bondong memberikan tanggapan tentang kasus ini.
Sebagian banyak netizen lebih mendukung tindakan kepala sekolah dan sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh orang tua siswa.
Mereka menilai seharusnya orang tua justru mendukung tindakan kepala sekolah yang menegur anaknya yang merokok di sekolah, meskipun tindakan kekerasan di sekolah tentu saja tidak bisa dibenarkan.
Netizen juga menilai bahwa tindakan orang tua siswa justru akan merusak anak mereka di masa depan nanti.
“Ibuknya ngerasa bangga bisa belain anaknya? Tahu gak Bu, Ibu sedang menghancurkan Anak Ibu sendiri. Salah kok dibelain Buuuu,” komentar salah satu pengguna X.
Pengguna lain juga berkomentar, “Untuk para guru dan seluruh sekolah di Indonesia.Ketika mendapai ada siswa yang gak bisa di atur dan justru menjadi pengaruh negatif terhadap siswa yang lain maka panggil orang tuanya, suruh milih antara keluar sendiri atau di keluarkan dari sekolah,” Komentar ini mendapatkan ratusan tanda suka dari pengguna lainnya.
Media sosial makin memanas saat muncul unggahan bahwa siswa-siswa di SMAN 1 Cimarga melakukan aksi mogok sekolah pada Senin (13/10/2025).
Imbas dari hal ini, muncul seruan untuk boikot terhadap siswa SMAN 1 Cimarga.
Netizen sangat geram karena aksi tersebut dinilai justru mendukung tindakan yang salah.
Kasus ini saat ini menjadi sorotan dalam skala nasional dan menjadi perdebatan antara penegakan kedisiplinan di lingkungan sekolah dan kekerasan terhadap siswa.
Editor : Meitika Candra Lantiva