RADAR JOGJA - Operasi pencarian dan evakuasi korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo resmi ditutup pada Selasa (7/10/2025).
Tim SAR gabungan menyatakan seluruh korban telah berhasil dievakuasi, dengan total 66 santri dinyatakan wafat dan puluhan lainnya mengalami luka berat maupun ringan.
Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit mengatakan pihaknya telah melakukan pencarian selama empat hari pascakejadian.
Proses evakuasi sempat terkendala struktur bangunan yang rapuh serta tumpukan puing setinggi lebih dari tiga meter.
“Kami pastikan seluruh korban sudah ditemukan. Operasi kami nyatakan ditutup siang ini,” ujarnya.
Bangunan ponpes yang terdiri dari tiga lantai itu diketahui roboh saat para santri tengah beristirahat usai salat Subuh.
Warga sekitar mengaku mendengar suara dentuman keras disusul kepulan debu tebal.
Hingga kini, tim forensik bersama relawan masih melakukan proses identifikasi terhadap jenazah yang telah dievakuasi ke RSUD Sidoarjo.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berjanji akan memberikan bantuan penuh kepada keluarga korban, termasuk dukungan psikologis bagi santri yang selamat.
Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting terkait kelayakan bangunan lembaga pendidikan.
“Keselamatan santri harus menjadi prioritas utama,” kata salah satu pengurus MUI Jatim.
Duka mendalam kini menyelimuti keluarga besar Ponpes Al-Khoziny.
Sejumlah santri dan alumni tampak menggelar doa bersama di lokasi kejadian, mengenang rekan-rekan mereka yang wafat dalam tragedi tersebut. (Ahmad Hatim Wafa)
Editor : Meitika Candra Lantiva