Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Musala Empat Lantai di Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Ambruk, Puluhan Santri Jadi Korban, Begini Kronologinya!

Bahana. • Rabu, 1 Oktober 2025 | 18:55 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA- Pada Senin sore, 29 September 2025, sebuah tragedi memilukan menimpa Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Sekitar pukul 15.35 WIB, bangunan musala berlantai empat yang berada di dalam kompleks pesantren itu tiba-tiba runtuh saat sedang digunakan untuk salat Ashar berjemaah.

Saat kejadian, ratusan santri tengah khusyuk beribadah, sehingga ambruknya bangunan menimbulkan kepanikan luar biasa dan menyebabkan sejumlah santri menjadi korban, baik yang mengalami luka-luka maupun meninggal dunia.

Ada lebih dari 100 santri yang terdampak langsung dalam musibah ini.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 79 santri tercatat menjadi korban, dengan tiga di antaranya telah dipastikan meninggal dunia.

Sementara itu, puluhan santri lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan, sedangkan beberapa santri lain hingga kini masih dalam proses pencarian karena diduga tertimbun reruntuhan bangunan.

Kronologi Peristiwa

Sebelum pukul 15.35 WIB, santri yang sedang berada di dalam musala empat lantai Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, mulai merasakan adanya getaran pada bangunan. Goyangan itu menimbulkan rasa khawatir, meski sebagian santri tetap melanjutkan ibadah di dalam musala.

Tepat pada pukul 15.35 WIB, musala empat lantai tersebut tiba-tiba ambruk.

Runtuhnya bangunan disertai suara gemuruh yang sangat keras hingga terdengar seperti gempa bumi, membuat para santri panik dan berusaha menyelamatkan diri.

Sesaat setelah musala roboh, kepanikan terjadi di seluruh area pesantren.

Puluhan ambulans segera dikerahkan menuju lokasi untuk mengevakuasi para santri yang terluka.

Suasana menjadi semakin haru ketika jeritan minta tolong terdengar dari dalam tumpukan puing bangunan.

Tak lama kemudian, aparat kepolisian bersama petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tiba di lokasi untuk membantu proses penyelamatan.

Mereka segera mengamankan area musibah dan mengatur jalannya evakuasi agar tidak menimbulkan korban tambahan.

Proses evakuasi terus dilakukan dengan melibatkan Basarnas yang menurunkan personel SAR terbaiknya.

Tim gabungan bekerja keras, menyisir reruntuhan dan menggunakan berbagai peralatan untuk mencari serta menolong para santri yang masih terjebak di bawah puing-puing bangunan.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoziny, KH Raden Abdus Salam Mujib, menyampaikan dugaan awal mengenai penyebab ambruknya bangunan musala berlantai empat tersebut.

Menurutnya, musibah ini kemungkinan besar dipicu oleh lemahnya penopang pada bagian pengecoran bangunan.

Selain itu, ada dugaan lain yang menyebutkan bahwa pondasi bangunan tidak cukup kuat untuk menopang struktur setinggi empat lantai.

Kondisi tersebut diduga membuat bangunan tidak mampu menahan beban ketika digunakan oleh ratusan santri secara bersamaan.

Meski demikian, KH Raden Abdus Salam Mujib menegaskan bahwa analisis lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan faktor utama penyebab runtuhnya bangunan.

Tragedi ambruknya musala empat lantai di Pondok Pesantren Al-Khoziny ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar pesantren dan masyarakat Sidoarjo.

Proses evakuasi dan penyelidikan masih terus berlangsung, sementara doa dan harapan tak henti dipanjatkan agar para korban yang belum ditemukan segera bisa diselamatkan.

Penulis:Adella Haviza

Editor : Bahana.
#musala al amanah #Ponpes Al Khozini Sidoarjo Ambruk