Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Setiap 1 Oktober Diperingati Hari Kesaktian Pancasila, Apa Bedanya dengan Hari Lahir Pancasila?

Bahana. • Rabu, 1 Oktober 2025 | 18:18 WIB
Museum Monumen Pahlawan Pancasila di Kentungan, Depok, Sleman tempat dua Pahlawan Revolusi dari Jogja ditemukan dalam keadaan meninggal.
Museum Monumen Pahlawan Pancasila di Kentungan, Depok, Sleman tempat dua Pahlawan Revolusi dari Jogja ditemukan dalam keadaan meninggal.

RADAR JOGJA - Setiap tanggal 1 Oktober, seluruh lapisan masyarakat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

Di berbagai sekolah, instansi pemerintahan, hingga lembaga negara, bendera merah putih berkibar dan upacara digelar untuk mengenang peristiwa bersejarah ini.

Namun, tak jarang muncul pertanyaan di tengah masyarakat, apa bedanya dengan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni? Mengapa bangsa Indonesia memperingati Pancasila dua kali dalam setahun?

Bedanya Hari Kesaktian dan Hari Lahir Pancasila

Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober dan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni merupakan dua momen terkait Pancasila namun berbeda dengan tujuan yang berbeda juga.

Perbedaanya adalah tanggal 1 Juni merupakan momen konseptual dan simbolis lahirnya Pancasila.

Di mana pada hari itu tahun 1945, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) Ir. Soekarno mengenalkan gagasan yang kemudian dinamakan Pancasila. Saat itulah Pancasila lahir menjadi dasar negara.

Sementara, Hari Kesaktian Pancasila memperingati suatu titik kritis dalam sejarah, ketika Pancasila diuji oleh upaya penggulingan ideologi komunis, terkenal dengan peristiwa G30S/PKI. Jadi meskipun keduanya sama-sama berkaitan dengan Pancasila, konteksnya berbeda.

Hari Kesaktian Pancasila

Sedikit mengingat peristiwa yang terjadi pada tanggal 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, terjadi peristiwa penculikan besar yang dikenal sebagai Gerakan 30 September (G30S) yang melibatkan unsur Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai pihak yang dituding melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap beberapa perwira tinggi TNI AD. Kemudian peristiwa ini dikenal dengan G30S/PKI.

Peristiwa G30S/PKI, yang berupaya menggulingkan ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis serta ingin menyingkirkan TNI AD untuk merebut kekuasaan pemerintahan.

Peristiwa itu menggugurkan enam Jenderal dan satu Kapten, yaitu Letjen TNI Ahmad Yani, Mayor Jenderal TNI Suprapto, Mayor Jenderal TNI Mas Tirtodarmo Haryono, Mayor Jenderal TNI Siswondo Parman, Brigadir Jenderal TNI Donald Isaac Panjaitan, Brigadir Jenderal TNI Sutoyo Siswomiharjo, dan Kapten Pierre Tendean.

Setelah kudeta berhasil digagalkan, kemudian muncul gagasan untuk mengenang peristiwa G30S/PKI sebagai peristiwa bersejarah.

Kemudian, Presiden Soeharto melalui Keputusan Presiden No. 153 Tahun 1967 menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Penulis: Ayu Andayani Saputri

Editor : Bahana.
#Hari Lahir Pancasila #kesaktian pancasila