RADAR JOGJA - Isu mengenai rencana Shell melepas bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia pada 2026 ramai menjadi perbincangan publik.
PT Shell Indonesia memastikan bahwa proses pengalihan kepemilikan jaringan SPBU tetap berjalan sesuai rencana, meskipun situasi pasokan bahan bakar di sejumlah badan usaha hilir migas swasta belakangan ini tengah menjadi sorotan.
Rencana tersebut akan membuat kepemilikan jaringan SPBU Shell di Indonesia berpindah ke sebuah perusahaan patungan baru (new joint venture) antara Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.
Penyelesaian transaksi itu diperkirakan rampung pada tahun 2026.
Shell juga menekankan bahwa pelepasan aset hanya terbatas pada bisnis SPBU, sementara lini usaha pelumas tetap berada di bawah kendali langsung perusahaan.
Setelah proses alih kepemilikan rampung, merek dagang Shell tetap akan digunakan di Indonesia melalui skema lisensi, sehingga standar layanan Shell masih dipertahankan.
Fenomena ini juga memancing diskusi hangat di media sosial.
Seorang pengguna X bernama Bisma menegaskan, “PT Shell Indonesia resmi melepas kepemilikan bisnis SPBU di Indonesia. Pihak pembelinya merupakan perusahaan patungan antara Citadel Pacific Limited dan Sefas Group".
Komentar lain dari akun @Junaedy_8906 mengingatkan publik agar tidak salah paham. “Pom bensinnya ga bener-bener tutup. Cuma pindah kepemilikan dan pengelolaan saja. Netizen harus baca ini", tulisnya.
Dengan begitu, meski ada peralihan kepemilikan, Shell menegaskan layanan SPBU dengan merek dagangnya akan tetap hadir di Indonesia, hanya pengelolaannya yang berganti tangan. (Silvia Oktaviani)
Editor : Meitika Candra Lantiva