Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Filet Ikan Hiu Bikin Musibah : 17 Murid dan Guru SD di Ketapang Kalbar Keracunan Usai Santap MBG!

Magang Radar Jogja • Kamis, 25 September 2025 | 18:44 WIB
Ilustrasi Keracunan Makanan MBG.
Ilustrasi Keracunan Makanan MBG.

RADAR JOGJA - Suasana belajar di SDN 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendadak berubah jadi kepanikan, Rabu (24/9/2025) pagi.

Sebanyak 16 murid dan seorang guru jatuh sakit setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hari itu menyajikan filet ikan hiu sebagai lauk utama.

Menurut keterangan, makanan mulai dibagikan sekitar pukul 09.30 WIB.

Menu terdiri dari filet ikan hiu dengan saus tomat, sayuran kol dan wortel, tahu goreng, serta potongan buah melon.

Tak lama berselang, belasan murid mengeluh mual, pusing, hingga muntah-muntah. Seorang guru yang ikut makan pun mengalami gejala serupa.

“Anak-anak muntah, ada yang lemas sampai sesak. Waktu lihat sayur, ternyata sudah berlendir. Ikan juga berbau menyengat,” tutur seorang wali murid yang ikut panik mengevakuasi anaknya.

Kepanikan pecah. Guru dan warga segera melarikan para korban ke RSUD Agoesdjam Ketapang.

Hingga sore, belasan siswa masih dirawat intensif.

Suasana rumah sakit dipenuhi orang tua yang cemas menanti kabar kesehatan anak mereka.

Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan setempat langsung turun tangan.

Petugas mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

“Kami fokus pada keselamatan korban. Hasil uji laboratorium akan menentukan penyebab pastinya,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Ketapang.

Akibat insiden ini, dapur MBG Mitra Mandiri 2 penyedia makanan bagi SDN 12 langsung ditutup sementara.

Kepala SPPG yang bertanggung jawab juga dinonaktifkan.

“Proses investigasi berjalan. Semua pihak diminta menunggu hasil resmi,” tegas Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, yang turut meninjau langsung ke sekolah.


Kasus ini memicu perbincangan hangat di masyarakat.

Banyak pihak mempertanyakan pemilihan ikan hiu sebagai menu MBG.

Selain jarang dikonsumsi anak-anak, ikan hiu juga dikhawatirkan mengandung merkuri tinggi.

“Kalau benar karena ikan, ini harus jadi evaluasi besar. Jangan sampai anak-anak jadi korban coba-coba menu,” ucap seorang tokoh masyarakat setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Ketapang menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan korban keracunan akan ditanggung pemerintah.

Di lain sisi, sampel makanan “filet ikan hiu” sudah dalam proses pengiriman ke laboratorium untuk diuji kandungan racunnya.

Wakil Bupati Ketapang meminta evaluasi secara menyeluruh dari Badan Gizi Nasional agar kasus ini tidak terulang kembali. (Ahmad Hatim Wafa)


Editor : Meitika Candra Lantiva
#badan gizi nasional #Mbg #dinas kesehatan #kalbar #keracunan #dinas pendidikan #ketapang #Filet Ikan Hiu #Murid dan Guru SD di Ketapang Kalbar