Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masa Depan Pertanian di Indonesia, Cak Imin : Mengerikan, Anak Muda Ogah Jadi Petani, Maunya Jadi PNS

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 23 September 2025 | 21:32 WIB
Ketua Umum PKB sekaligus Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Ketua Umum PKB sekaligus Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

RADAR JOGJA - Ketua Umum PKB sekaligus Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, kembali bikin geger lewat pernyataannya soal masa depan pertanian di Indonesia.

Ia menyebut kondisi ini sudah “mengerikan” karena semakin sedikit anak muda yang mau terjun jadi petani.

“Petani kita masih menderita, penghasilannya masih rendah, kesejahteraan masih rendah, yang paling mengerikan, anak muda sudah enggak mau jadi petani, maunya jadi PNS,” ucap Cak Imin sewaktu menghadiri “Pasar Murah” di Rusunawa Pasar Rebo, Jakarta, Senin (22/9/2025) kepada awak media.

Menurut Cak Imin, tren generasi sekarang justru lebih tertarik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) ketimbang mengurus sawah.

Padahal, sektor pertanian adalah tulang punggung ketahanan pangan nasional.

“Ini mengerikan, anak muda kita sudah enggak mau jadi petani, maunya jadi PNS semua. Kalau dibiarkan, kita bisa krisis petani dalam 10-15 tahun ke depan,” tegas Cak Imin.

Ia mengungkap, salah satu alasan anak muda enggan ke sawah adalah karena profesi petani belum mampu menjamin kesejahteraan.

“Petani kita menderita, penghasilannya tidak sepadan dengan kerja kerasnya. Akhirnya semua berebut jadi PNS, padahal yang makan nasi bukan cuma pejabat dan ASN, tapi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan itu langsung jadi bahan perbincangan panas di media sosial.

Ada yang mengamini bahwa nasib petani memang tidak menjanjikan, ada pula yang menuding pemerintah selama ini gagal menghadirkan kebijakan pro-petani.

Sejumlah pengamat juga mengingatkan, jika pemerintah tidak segera memberi insentif, fasilitas modern, dan jaminan harga hasil panen, maka dalam waktu dekat Indonesia terancam bergantung pada impor pangan.

“Kalau petani ditinggalkan, Indonesia bisa lapar di negeri yang katanya subur,” kata salah seorang pengamat. (Ahmad Hatim Wafa)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#PNS 2024 #cak imin #Masa Depan Pertanian di Indonesia #sawah #ASN #Masa Depan Pertanian #Petani #Anak Muda Ogah Jadi Petani #ketahanan pangan nasional