RADAR JOGJA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, meminta agar SPBU swasta seperti Shell, Vivo, dan BP berkolaborasi dengan Pertamina untuk menjaga ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM).
Ia menekankan pentingnya sinergi agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan optimal, meskipun ada penyesuaian dalam mekanisme impor BBM.
Bahlil menyebut, pemerintah membuka ruang kerja sama agar semua pihak bisa berperan aktif.
“Kalau swasta jalan sendiri, sementara ada aturan yang membatasi impor, ya akan kesulitan. Karena itu perlu kolaborasi dengan Pertamina,” ujarnya.
Namun di sisi lain, wacana ini justru memunculkan komentar berbeda di media sosial. Sejumlah warganet mulai merasa lelah dengan polemik seputar bensin.
“Kang, info dong motor listrik yang reliable dan secara value kaharti lah jiga kitu. Daripada dipaksa kudu ngeusian bensin weureu, mending make motor listrik nu alus", tulis seorang pengguna (15/9/2025).
Komentar tersebut ramai dibicarakan karena mencerminkan keresahan publik yang semakin terbuka pada alternatif kendaraan listrik.
Bagi sebagian orang, motor listrik dinilai bisa menjadi jalan keluar dari ketergantungan pada BBM, meski mayoritas masih sebatas mempertimbangkan.
Fenomena ini menunjukkan adanya dua sisi pandangan masyarakat: di satu sisi pemerintah mendorong sinergi SPBU swasta dengan Pertamina untuk menjamin pasokan BBM.
Sementara di sisi lain sebagian warganet mulai berpikir bahwa masa depan mobilitas sebaiknya tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bensin. (Silvia Oktaviani)