Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sempat Heboh Ompreng MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, Kini BPOM Telah Kantongi Hasil Uji Lab

Bahana. • Rabu, 17 September 2025 | 14:45 WIB

Photo
Photo
RADAR JOGJA - Beberapa waktu lalu isu soal ompreng atau wadah makanan yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat menghebohkan publik.

Kecurigaan muncul usai beredar laporan bahwa nampan stainless steel yang berlabel buatan Indonesia dan telah lolos uji standar itu dikabarkan sebenarnya adalah produksi industri rumahan di Cina yang diduga mengandung minyak atau lemak babi dalam proses produksinya.

Karena mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam, isu kehalalan ompreng MBG ini pun langsung menjadi sorotan.

Indonesia Business Post (IBP) dalam laporannya menemukan indikasi bahwa sejumlah pabrik di Chaoshan, China, menggunakan minyak lemak babi sebagai pelumas dalam produksi baja tahan karat tipe 201 dan 304.

Dokumen perusahaan dan wawancara pekerja menunjukkan minyak tersebut dicampur dengan minyak mineral dan aditif untuk memudahkan proses fabrikasi.

Satu Lembar Data Keselamatan (LDK) bahkan menyinggung kemungkinan kontak langsung pelumas dengan logam yang dipakai untuk membuat nampan makanan.

Langkah Cepat Pemerintah

Menanggapi keresahan publik, pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) langsung turun tangan. BPOM mengambil sampel ompreng dan membawanya ke laboratorium untuk dilakukan serangkaian uji.

Setelah melalui serangkaian pengujian, BPOM menyatakan bahwa hasil uji laboratorium atas sampel ompreng MBG kini sudah dikantongi.

Hasil uji lab tersebut saat ini telah dikomunikasikan bersama PCO (Kantor Komunikasi Kepresidenan), Badan Gizi Nasional (BGN), dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

"Kami sudah melakukan uji sampel dan hasilnya sudah ada," ungkap Taruna Ikrar, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025).

Namun Kepala BPOM mengatakan pihaknya tidak berkewenangan untuk mengumumkan hasil uji lab secara langsung ke publik.

Pengumuman, akan dilakukan secara terkoordinasi oleh PCO (Kantor Komunikasi Kepresidenan) sebagai leading sector komunikasi resmi pemerintah.

Sementara, Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, sebelumnya menanggapi adanya laporan terkait ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini pun mengkonfirmasi ompreng yang digunakan sebagian di impor langsung dari Cina karena keterbatasan ketersediaan yang diproduksi di dalam negeri.

Haikal juga menyebut pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke Cina.

Isu ompreng MBG yang diduga mengandung lemak babi ini masih menunggu babak akhir. BPOM sudah menuntaskan uji lab, namun hasil detailnya belum dibuka ke publik.

Publik menanti kejelasan informasi yang sangat penting ini agar kepercayaan publik terhadap program MBG tetap terjaga.

Penulis: Ayu Andayani Saputri

Editor : Bahana.
#minyak babi #Ompreng MBG