Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Viral 17+8 Tuntutan Rakyat, Mengapa Identiknya dengan Warna Hijau dan Pink?

Bahana. • Selasa, 2 September 2025 | 22:23 WIB

Photo
Photo
RADAR JOGJA - Perjuangan rakyat tidak selalu diwujudkan melalui barisan massa di jalanan. Ada yang memilih turun langsung menghadapi aparat, namun tak sedikit pula yang menyalurkan aspirasinya lewat ruang digital.

Media sosial pun menjadi medium baru untuk menyuarakan keresahan dan harapan.

Dari ruang digital inilah kemudian lahir desakan "17+8 Tuntutan Rakyat" yang dalam waktu singkat menjadi viral dan ramai diperbincangkan publik.

Gerakan ini tak hanya sekadar daftar aspirasi, melainkan juga ruang bersama yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat, mempertegas bahwa suara rakyat bisa tetap lantang meski tidak selalu terwujud dalam demonstrasi jalanan.

Unggahan yang memuat daftar tuntutan tersebut sengaja dibungkus dengan visual yang mencolok, didominasi warna pink dan hijau, sehingga mudah dikenali, cepat tersebar, dan akhirnya menjadi simbol yang kuat dari gelombang aspirasi rakyat di era digital.

Unggahan “17+8 Tuntutan Rakyat” berisi daftar aspirasi yang ditujukan kepada pemerintah, lalu disebarkan secara masif melalui postingan para figur publik di media sosial.

Visual tuntutan ini tidak hanya menampilkan isi desakan rakyat, tetapi juga dibungkus dengan desain yang mencolok, didominasi oleh warna pink dan hijau sehingga mudah dikenali dan cepat viral.

Mengacu pada penelitian Identifying the Meaning of Colors as Design Information for Design Tools: A Systematic Literature Review yang dilakukan Telkom University (2024), warna pink dipandang sebagai simbol empati, rasa pengertian, dan ketulusan hati.

Dalam berbagai gradasinya, pink juga mencerminkan kelembutan, kepekaan emosional, serta sikap penuh kasih dalam menyampaikan pesan.

Lebih jauh lagi, sejumlah pihak mengaitkan penggunaan warna pink ini dengan sosok demonstran perempuan yang menjadi ikon di tengah aksi. Dengan kerudung merah muda yang mencolok, ia berdiri berani di hadapan barisan polisi lengkap dengan tameng mereka.

Momen itu bukan hanya menegaskan keberanian seorang perempuan dalam menghadapi kekuatan aparat, melainkan juga melahirkan simbol perlawanan yang tegas namun penuh kelembutan, sejalan dengan makna warna pink yang mengedepankan empati dan ketulusan.

Sementara itu, warna hijau diasosiasikan dengan jaket khas driver ojek online (ojol) yang kerap menjadi bagian penting dari keseharian masyarakat.

Dalam konteks aksi demonstrasi, hijau kemudian dipandang sebagai simbol solidaritas dan pengorbanan, terutama setelah para pengemudi ojol banyak dipuji sebagai pahlawan rakyat karena keberanian dan peran mereka di tengah gejolak.

Simbol ini kian kuat setelah tragedi memilukan yang menimpa Affan Kurniawan, seorang driver ojol yang meninggal dunia usai terlindas mobil rantis Brimob pada Jumat malam, 29 Agustus 2025.

Dengan begitu, warna pink dan hijau dalam gerakan "17+8 Tuntutan Rakyat" tidak lagi sekadar pilihan desain visual, melainkan telah menjelma menjadi simbol yang sarat makna.

Penulis: Adella Haviza

Editor : Bahana.
#demonstrasi DPR #tuntutan rakyat