Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wabah Campak Gawat Darurat di Sumenep 17 Meninggal dan 2.035 Kasus

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 26 Agustus 2025 | 00:15 WIB
Ilustrasi Wabah Campak.
Ilustrasi Wabah Campak.

RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep mengumumkan status darurat terkait lonjakan kasus campak yang signifikan.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), sejak Januari hingga Agustus 2025 tercatat 2.035 kasus campak dengan 17 korban jiwa, penyakit ini sudah menyebar di 26 kecamatan.

Data ini menunjukkan penyebaran wabah yang mengkhawatirkan dan memerlukan tindakan cepat dari seluruh pihak.

Menyikapi keadaan saat ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan langkah darurat penanganan.

Sebanyak 9.825 botol vaksin MR (Measles-Rubella) sudah dikirim ke Dinas Kesehatan Sumenep.

Vaksinasi ini menjadi bagian dari Outbreak Response Immunization (ORI) yang akan dijalankan di 26 wilayah Puskesmas.

Pelatihan Epidemiologi dan Surveilans Aktif di Rumah Sakit

Sebagai langkah strategis, pelatihan kajian epidemiologi telah diberikan kepada 30 puskesmas yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan Sumenep.

Selain itu, dilakukan surveilans aktif di sejumlah rumah sakit, seperti RSUD Dr H Moh Anwar, RSI Garam Kalianget, dan RSU Sumekar.

“Saya juga meminta kepada masyarakat untuk aktif mendorong kepedulian terkait gejala, komplikasi, dan pencegahan campak dengan imunisasi. Intinya target pelaksanaan ORI ini minimal 95 persen agar anak-anak terlindungi dan nantinya membentuk herd immunity,” ucap Khofifah.

Pemerintah Daerah Sumenep, bekerja sama dengan Puskesmas dan berbagai lembaga Dinas Kesehatan, telah meluncurkan program imunisasi massal dan edukasi pelatihan.

Tim medis diterjunkan ke desa-desa untuk melakukan imunisasi, surveilans kasus aktif, dan memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan serta mengenali gejala campak.

Gejala campak umumnya dimulai dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah.

Beberapa hari kemudian, muncul ruam merah kecokelatan di seluruh tubuh.

Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan komplikasi serius yang mengancam jiwa.

Berbagai upaya ini diharapkan dapat menekan laju penyebaran virus dan mengurangi angka kematian serta jumlah kasus yang terus bertambah, pemerintah mengimbau orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mengikuti vaksinasi.

Upaya ini diharapkan mampu menekan laju penyebaran dan mencegah jatuhnya lebih banyak korban. (Chintya Maharani)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep #Khofifah Indar Parawansa #gawat darurat #campak #wabah #sumenep #gubernur jawa timur #kasus