RADAR JOGJA - Pesawat Lion Air Jt-038 dengan tujuan Kualanamu (Medan) dari Jakarta tertunda, akibat dari salah satu penumpang berinisial H membuat kegaduhan di dalam pesawat.
Pada sabtu malam (2/8/2025).
Video viral yang beredar di TikTok yang menunjukkan seorang pria yang mengamuk dan berteriak bahwa ada bom dalam pesawat yang ditumpanginya.
Hal tersebut langsung membuat keadaan pesawat menjadi heboh hingga membuat semua orang merasa panik.
Menghadapi situasi tersebut kru mengambil langkah dengan mengembalikkan pesawat dengan apron dan menginformasi kepada petugas bandara untuk melakukan pemeriksaan keamanan.
Kru melakukan pemindahan penumpang ke pesawat lain dengan Boeing 737-900ER registrasi PK-SLW.
Kru juga melakukan pemeriksaan ulang kepada para penumpang.
Hasil dari pemeriksaan tersebut tidak adanya bom dalam pesawat itu.
Menurut Corporate Communications Strategic Of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi ketika pesawat selesai parkir mundur dan bersiap untuk landas.
Saat ini pria tersebut sudah diamankan dan menjadi tersangka pada Hari Senin (4/8/2025) kemarin.
Fenomena Teriak Bom
Fenomena Teriak Bom tidak hanya terjadi di Indonesia.
Sebelumnya, baru baru ini pada Minggu (27/7/2025) pada penerbangan pesawat Easyjet dengan tujuan Scotland tujuan London mengalami kehebohan.
Dimana seorang pria berumur 41 tahun bernama Abhay Devdas Nayak, juga melakukan hal yang sama dengan H.
Abhay berteriak mengancam bahwa ia akan mengebom pesawat tersebut. Tidak hanya mengancam, dia juga berteriak yang mengandung hal yang berbau politik.
Hal itu juga membuat pesawat Easyjets terpaksa melakukan pendaratan secara darurat di Glasgow.
Abhay diamankan karena dianggap sebagai membahayakan keselamatan para penumpang.
Dari kedua pelaku insiden ini menunjukkan bahwa ucapan dan ancaman terkait bom baik dilakukan secara sadar atau tidak sadar dapat membahayakan keselamatan penumpang lainnya.
Selain itu, hal ini juga mengganggu kenyamanan dalam berkendara serta konsekuensi lainnya. (Safira Ratih Nadayu)
Editor : Meitika Candra Lantiva