RADAR JOGJA - Proses pencarian korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali hingga Jumat (4/7/2025) masih berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 35 orang penumpang dan kru kapal ditemukan.
Sebanyak 29 penumpang dalam keadaan selamat dan enam orang meninggal dunia.
Hingga Jumat (4/7/2025) siang, 30 orang yang hilang masih dalam pencarian.
Untuk korban meninggal dunia sebanyak enam orang.
Antara lain, Anang Suryono (59), Eko Sastriyo (51), Elok Rumantini (34), Cahyani, Fitri April L, dan anak Fitri, Afnan Aqiel (3).
Jenazah para korban yang ditemukan telah diserahkan ke keluarga.
Mengacu pada data manifest, KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 65 orang dengan rincian 53 penumpang dan 12 kru kapal.
Tim pencarian terus bergerak menyusuri perairan Selat Bali.
Melansir dari Radar Banyuwangi, Koordinator Pos SAR Banyuwangi Wahyu Setya Budi mengatakan, sebanyak 15 alat utama dikerahkan.
Dari Lanal Banyuwangi, Satpolair, Basarnas, BPBD, Tagana dan KSOP Tanjungwangi.
Mereka dibagi di empat titik lokasi pencarian, meliputi perairan Cekik, Pulau Santen, Perairan Gilimanuk dan Sekitar GWD.
Dengan luas pencarian mencapai 10 nautical miles (NM).
Menanggapi insiden tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pihaknya akan mengerahkan seluruh stakeholder.
Operasi pencarian akan diperluas dari berbagai sisi, baik darat, laut ataupun udara.
Operasi SAR melalui udara akan menggunakan helikopter milik Polri serta drone.
Adapun dukungan alat pencarian pencarian juga dikerahkan mulai dari kapal sejenis KMP Tunu Pratama Jaya.
Terdapat pula Kapal Negara (KN) SAR Permadi yang berangkat dari Surabaya, KN Arjuna yang berangkat dari Benoa, KRI (kapal perang) milik TNI AL yaitu KRI Teluk Ende dan KRI Tongkol, dan lainnya.
Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7/2025) malam, sekitar pukul 23.20 WIB.
Kapal yang mengangkut kurang lebih 65 orang itu tenggelam saat menempuh rute penyebrangan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali.
Penyebab KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam lantaran cuaca ektrem.
Sebab, pada saat kapal berlayar, kondisi gelombang laut sedang tinggi.
Dilain sisi, kapal mengalami kebocoran di bagian mesin kapal.
Dari laporan, sekitar pukul 00.19 Wita KMP Tunu Pratama Jaya mengalami black out.
Pukul 00.22 WITA, KMP lain melaporkan KMP Tunu Pratama Jaya sudah terbalik dan hanyut ke arah selatan dengan titik Koordinat -08°09.371', 114°25, 1569'.
Editor : Meitika Candra Lantiva