Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cerita Korban Selamat Pasca Laka KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali: Suasana Mencekam, Selamat Karena Sekoci Darurat

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 3 Juli 2025 | 23:57 WIB
KARAM: KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali, sejumlah korban berhasil selamat.
KARAM: KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali, sejumlah korban berhasil selamat.


RADAR JOGJA - Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya karam di tengah Selat Bali pada Rabu (2/7/2025), sekitar pukul 23.20 WIB.

Insiden tragis ini memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran yang melibatkan berbagai pihak, di tengah kondisi cuaca ekstrem yang menjadi tantangan utama.

Hingga Kamis pagi pukul 09.30 WIB, tim SAR gabungan telah menemukan 34 korban.

Melansir dari Radar Banyuwangi, dari jumlah tersebut, 30 orang ditemukan dalam kondisi selamat, termasuk seorang penumpang bernama Saiful Munir (40) asal Jember yang berhasil bertahan hidup terombang-ambing di laut selama berjam-jam sebelum diselamatkan oleh nelayan.

Sayangnya, empat korban lainnya ditemukan meninggal dunia.

Sisa korban dari total 65 orang yang tercatat dalam manifes kapal (53 penumpang dan 12 kru) masih dalam pencarian.

Koordinator Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setyabudi, mengungkapkan bahwa sinyal darurat pertama diterima pada pukul 23.20 WIB, hanya 24 menit setelah KMP Tunu Pratama Jaya bertolak dari pelabuhan pada pukul 22.56 WIB.

Lima belas menit kemudian, petugas Syahbandar menyaksikan lambung kapal benar-benar terbalik di koordinat –8°09′ S, 114°25′ E.


Penyebab KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali akibat kebocoran di ruang mesin yang mengakibatkan pemadaman listrik total (blackout).

Tanpa daya dan dihempas gelombang setinggi 2,5 meter, kapal kehilangan keseimbangan dan karam dalam hitungan menit.

 

Korban

Empat korban pertama yaitu, tiga penumpang dan seorang kepala kamar mesin, berhasil menyelamatkan diri.

Mereka menggunakan sekoci darurat dan mendarat di Pantai Cekik, Gilimanuk.

Mereka menceritakan detik-detik penuh kepanikan saat air mulai membanjiri kabin, lampu padam, dan para penumpang berebut jaket pelampung dalam kegelapan.


Operasi penyelamatan gabungan yang melibatkan Basarnas Banyuwangi, Basarnas Denpasar, KPLP, Lanal, Satpolairud, dan nelayan setempat segera digelar.

Sepuluh armada, termasuk dua RIB (Rigid Inflatable Boat) dan satu tug boat, menyisir sektor selatan lintasan karena arus kuat mengarah ke Samudra Hindia.

Namun, cuaca buruk menjadi kendala utama.

Angin timur daya dengan kecepatan 25 knot memacu ombak setinggi 2-3 meter, sangat mempersulit pencarian visual dari permukaan.

Data manifes menunjukkan kapal mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta 22 kendaraan (14 truk tronton golongan VII, sisanya kendaraan kecil dan roda dua).

Otoritas Kesyahbandaran menegaskan bahwa jumlah manifes ini masih mungkin bertambah karena praktik "numpang lewat" tanpa tiket resmi kerap terjadi pada jadwal penyeberangan malam.

Hingga berita ini diturunkan, Basarnas telah menyiapkan skenario pencarian 72 jam pertama dengan pola expanding square search seluas 10 mil laut persegi.

Jika korban belum ditemukan menjelang malam, pencarian akan diperluas ke sektor barat, mengikuti pola arus harian Selat Bali yang condong ke pesisir Jembrana.

Baca Juga: Federasi Sepak Bola Portugal Setelah Kecelakaan Tragis Diogo Jota dan Andre Silva: Kami Kehilangan Dua Juara


Pemeriksaan penyebab pasti kecelakaan akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) setelah badan kapal ditemukan dan kondisi cuaca memungkinkan penyelaman.


Sementara itu, suasana haru menyelimuti RSU Negara, Jembrana, tempat jenazah para korban dievakuasi.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Kendali Mutu RSU Negara, dr Gusti Ngurah Putu Adnyana, menyatakan bahwa proses identifikasi masih berlangsung.

Hingga pukul 06.15 WITA, empat jenazah dilaporkan telah tiba di kamar jenazah, dan dua orang korban selamat sedang menjalani observasi medis di IGD RSU Negara.


Otoritas memohon masyarakat yang merasa kerabatnya berada di atas kapal untuk menghubungi posko terpadu di Pelabuhan Ketapang (0333-412224) atau Pos SAR Gilimanuk (0365-440123) demi verifikasi data dan kelancaran proses evakuasi serta identifikasi korban. (Oktavian Marionoven L)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#SAR Banyuwangi #selat bali #KMP Tunu Pratama Jaya #gilimanuk #korban #Cerita Korban Selamat #dalam pencarian #KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali #korban selamat #ketapang #Basarnas #blackout #KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam