RADAR JOGJA - Sebuah kasus tak biasa ditangani oleh tim ruqyah Ustaz Muhammad Faizar.
Melalui akun Instagramnya dia membagikan foto seorang pria berusia 35 tahun muntah darah dalam jumlah sangat banyak hingga menggenang di jalan.
Darah yang terlihat dalam dokumentasi foto hanya merupakan sebagian kecil dari jumlah yang sebenarnya keluar dari tubuhnya.
"Saya jd inget kisah mba dokter @lilyburkon saat podcast, beliau pernah menangani pasien di UGD yg darahnya keluar spt air kran dari mulut, hidung, dan telinga," tulis akun @muhammad.faizar dalam keterangannya.
Dia menceritakan kasus yang dialami kliennya itu.
Gangguan bermula dari mimpi ganjil yang dialami sang klien.
Dalam mimpinya, berada di suatu tempat yang memiliki atmosfer menyerupai langit senja melankolis, diselimuti kabut tipis.
Di sana klien bermain di sebuah sungai, sebelum akhirnya dikejar oleh seekor ular raksasa.
Anehnya, setelah mendapatkan mimpi tersebut, keesokan harinya sang klien mengalami muntah darah secara berulang.
Klien ini telah berupaya mencari pertolongan medis ke berbagai rumah sakit di wilayah tempat tinggalnya, namun belum juga memperoleh hasil yang diharapkan.
"Sayangnya, ketika ingin mencoba diruqyah. Beliau bertemu praktisi mediumisasi. Alih-alih diobati, praktisi itu malah melakukan atraksi memasukkan jin ke dalam tubuh mediator dan mewancarai jin tsb," katanya.
Tim ruqyah yang kemudian menangani pria ini tetap menyarankan agar ia terus menjalani pemeriksaan medis secara rutin, termasuk patologi klinis dan konsultasi dengan dokter internis.
Ditekankan pula bahwa hasil pemeriksaan medis tidak sepenuhnya menafikan kemungkinan adanya gangguan dari jin fasik, sihir, atau penyakit akibat pandangan (‘ain).
Sebagaimana kesepakatan para ulama ahli ruqyah, untuk mendeteksi adanya gangguan ghaib digunakan metode ruqyah diagnostik.
Tim pun melakukan pembacaan ayat-ayat pembatal sihir.
Reaksi pertama muncul ketika tangan sang klien tiba-tiba kaku, dingin, dan bergerak tanpa bisa dikendalikan.
Saat dibacakan ayat-ayat penyembuh dari pengaruh ‘ain, pundaknya terasa berat dan panas.
Diagnosa pun mengarah kepada gangguan sihir.
Saat ruqyah dilanjutkan, klien kembali muntah darah, berteriak, dan sedikit memberontak.
Istrinya menyebutkan bahwa ini merupakan pertama kalinya ia menunjukkan reaksi fisik semacam itu selama berjuang melawan penyakitnya.
"Namun, perutnya yg mengembung atas izin Allah langsung kempes, wajahnya yg panas kembali normal. Dengan kuasaNya semua gejala sihir hilang total," tulis ustaz tersebut.
Dia mengaitkan kesembuhan tersebut sebagai bentuk pertolongan langsung dari Allah SWT. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva