Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TKW Jember Ditemukan Hidup di Peti Es: BP3MI Jatim dan Kemenlu Pastikan Cerita Fiktif

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 14 Mei 2025 | 18:37 WIB
Ilustrasi seorang perempuan bertahan hidup di dalam peti es.
Ilustrasi seorang perempuan bertahan hidup di dalam peti es.

RADAR JOGJA – Sebuah video viral yang mengisahkan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Jember, Sri Wahyuni, ditemukan hidup di dalam peti es di Vietnam atau Kamboja, telah dipastikan sebagai cerita fiktif oleh otoritas resmi.

Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan bahwa narasi tersebut tidak berdasar dan berasal dari konten fiksi di kanal YouTube "BERKISAH".

Kepala BP3MI Jawa Timur, Gimbar Ombai Helawarnana, menyatakan bahwa setelah melakukan penelusuran, tidak ditemukan laporan atau kasus terkait di perwakilan Indonesia di Hanoi maupun Phnom Penh.

"Hingga saat ini baik KBRI Hanoi maupun KBRI Phnom Penh tidak pernah mendengar, menangani, atau menerima laporan terkait kasus tersebut," ujar Gimbar.

Lebih lanjut, Gimbar menjelaskan bahwa sumber utama video tersebut berasal dari kanal YouTube "BERKISAH", yang dalam deskripsinya mencantumkan bahwa semua cerita yang disajikan adalah fiksi.

"Melalui pelacakan, sumber pertama informasi tersebut adalah channel YouTube BERKISAH. Jika dilihat dari disclaimer channel tersebut, bahwa channel tersebut menyajikan cerita fiksi," tambahnya.

Kementerian Luar Negeri melalui Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Judha Nugraha, juga menegaskan bahwa tidak ada laporan resmi mengenai kejadian tersebut.

"Hingga saat ini baik KBRI Hanoi maupun KBRI Phnom Penh tidak pernah mendengar, menangani, atau menerima laporan terkait kasus tersebut," kata Judha.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember sempat melakukan penelusuran terhadap identitas Sri Wahyuni dengan berkoordinasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember.

Namun, hingga saat ini belum ditemukan data atau keluarga yang mengonfirmasi keberadaan Sri Wahyuni.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dukcapil untuk mencari nama Sri Wahyuni yang usianya 27 tahun di Kabupaten Jember," ujar Kepala Disnaker Jember, Suprihandoko.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

Pentingnya verifikasi dan cross-check terhadap sumber informasi menjadi kunci untuk menghindari penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan keresahan publik.

BP3MI Jawa Timur mengimbau masyarakat dan media untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Mohon untuk rekan-rekan media bisa hati-hati dan check and recheck terkait berita yang sedang viral," tegas Gimbar.

Dengan klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang tidak berdasar dan selalu memastikan kebenaran berita sebelum membagikannya. (Affan Yunas Hakim)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kemenlu #KBRI Hanoi #Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia #Hidup di Peti Es #TKW Jember #Gimbar Ombai Helawarnana #KBRI Phnom Penh #cerita fiktif #BP3MI Jatim