Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menkes Budi Gunadi Sadikin Ungkap Alasan Vaksin TBC Diuji Cobakan di Indonesia, Peluang Produsen Vaksin?

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 10 Mei 2025 | 15:22 WIB
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, saat meluncurkan program Gerakan Bersama Penguatan Desa dan Kalurahan Siaga TBC di Kantor Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (9/5/2025).
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, saat meluncurkan program Gerakan Bersama Penguatan Desa dan Kalurahan Siaga TBC di Kantor Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (9/5/2025).

RADAR JOGJA - Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, mengungkap alasan di balik keputusan pemerintah untuk menerima uji coba tahap akhir vaksin tuberculosis (TBC) M72 yang dikembangkan oleh Gates Foundation.

Ia mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil pemerintah berdasarkan pertimbangan ilmiah dan strategis, mengingat tingginya beban penyakit TBC di Tanah Air.

“Sekarang dalam tahap clinical trial terakhir, sama seperti covid,” ungkap Menkes Budi dalam peluncuran program pemberantasan TBC di Kantor Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat, 9 Mei 2025.

Menkes Budi menjelaskan bahwa vaksin telah melewati tahap uji keamanan dan kini memasuki fase pengujian efektivitas.

Uji coba tahap tiga ini bertujuan mengetahui seberapa besar efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi atau menyembuhkan pasien TBC.

“Clinical trial satu adalah dimana ditentukan vaksin ini aman atau tidak, jadi udah pasti aman. Sekarang di clinical trial tiga, itu ngecek efektivitasnya, dari 100 yang diobatin, yang sembuh atau yang tidak tertular berapa,” tambah Menkes.

Untuk diketahui, uji coba vaksin TBC M72 telah dimulai sejak November 2024, dengan penyuntikan terbanyak dilakukan di wilayah Jawa Barat.

Hingga Mei 2025, lebih dari 2.000 orang telah menjadi relawan dalam studi yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran.

Menteri Budi menekankan bahwa keterlibatan Indonesia dalam uji coba ini merupakan keuntungan besar.

Selain memungkinkan penyesuaian vaksin terhadap keragaman genetik masyarakat Indonesia, partisipasi ini juga membuka peluang untuk menjadi salah satu produsen vaksin di masa depan.

“Indonesia terbanyak nomor dua di dunia,” tegasnya, dimana jika merujuk pada data Kementerian Kesehatan, tercatat 969 ribu kasus TBC dan 93 ribu kematian akibat penyakit ini pada tahun 2022.

Baca Juga: Pekan Panutan, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Bayar PBB-P2 Rumah Dinas Bupati Rp 7,4 juta

Budi menambahkan bahwa, hingga saat ini, belum ditemukan efek samping serius dari uji coba vaksin tersebut.

Menkes memastikan bahwa keamanan vaksin telah diuji sejak tiga hingga empat tahun lalu ketika dalam tahap awal pengembangan.

“Dan sampai sekarang tidak ada sama sekali yang masuk bahwa mereka ada bermasalah,” ujar Budi.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran edukasi publik dalam menghadapi misinformasi soal vaksinasi, mengingat pengalaman serupa sempat terjadi pada masa pandemi COVID-19.

“Jangan masyarakat termakan seperti gitu, enggak mau divaksin covid meninggal dia, dosa kita tuh,” katanya.

Menkes Budi berharap dengan hasil uji coba tahap ketiga berjalan lancar, vaksin TBC M72 dapat resmi diluncurkan secara global sebelum tahun 2029.

“Kita harapkan, kalau bisa sebelum 2029 itu bisa formal diluncurkan, di seluruh dunia,” ungkap Budi. (Fadel Muhammad)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#uji coba vaksin tbc #pengujian efektivitas #Alasan Vaksin TBC Diujicobakan di Indonesia #Budi Gunadi Sadikin #peluang #penyakit tbc #produsen vaksin #vaksin tbc #menkes