Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Barak TNI Ide Dedi Mulyadi Jadi Senjata Orang Tua di Jawa Barat: Ampuh Disiplinkan Anak

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 7 Mei 2025 | 15:57 WIB
Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Tentara Nasional Indonesia (TNI).
 
 
RADAR JOGJA - Fenomena unik muncul di sejumlah daerah di Jawa Barat, ketika para orang tua mulai menggunakan istilah “barak TNI” sebagai alat untuk mendisiplinkan anak.
 
Cara ini dinilai berhasil membuat anak-anak yang awalnya susah diatur mendadak menunjukkan sikap patuh dan tertib.
 
Dalam sebuah video yang ramai dibagikan di media sosial, terlihat beberapa anak langsung mengubah perilaku mereka setelah mendengar ancaman akan dibawa ke “barak TNI” jika tetap membangkang.
 
Aksi spontan tersebut pun memancing tawa warganet, bahkan dianggap sebagai bentuk pendekatan kreatif yang mencerminkan kedekatan budaya masyarakat dengan institusi militer.
 
Baca Juga: Anggota Komisi C DPRD Kota Jogja Taufiq Setiawan Komitmen Wujudkan Pengelolaan Pemakaman Tertib dan Berkelanjutan
 
 
Kondisi Psikologis Anak
 
Namun, di balik tawa dan kelucuan itu, para ahli psikologi anak menyoroti pentingnya mempertimbangkan dampak jangka panjang dari metode semacam ini. 
 
Menurut mereka, meski pendekatan tersebut bisa memberikan efek jera secara instan, ada risiko psikologis jika diterapkan tanpa pendampingan komunikasi yang sehat.
 
Ketakutan yang berlebihan bisa tertanam dalam diri anak, membuat mereka patuh bukan karena kesadaran, melainkan karena tekanan dan rasa takut.
 
Baca Juga: Anggota Komisi A DPRD Kota Jogja Novita Mawar Sharon Dorong Anak Muda Aktif dalam Kemajuan Investasi
 
Tanggaan Beragam Netizen
 
Rencana Dedi Mulyadi yang mengangkat kembali wacana pemanfaatan konsep “barak TNI” sebagai pendekatan pendidikan pun ikut menjadi sorotan. 
 
Di satu sisi, ide tersebut bisa dimaknai sebagai upaya membentuk karakter disiplin sejak dini.
 
Namun di sisi lain, penerapannya perlu hati-hati agar tidak mengarah pada pola asuh yang bersifat otoriter dan menekan.
 
“Seketika nama Pak Dedi Mulyadi jadi urban legend di kalangan anak-anak sekolah,” komentar @dul_rahim dalam sebuah unggahan video Instagram rekaman anak yang menunjukkan rasa takut ketika tidak patuh kepada orang tua, kemudian dimasukkan dalam barak TNI. 
 
Baca Juga: Dinas PKP DIY Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Pertanian, Dukung Ketahanan Pangan, Membantu Perekonomian Keluarga
 
“Bagus sih.. cuman negatifnya, hal ini menandakan orang tua tidak mampu mendidik anaknya sendiri, padahal anak menurut sama orang tua karena faktor takut di ‘asingkan’ begitu bukan karena dia ingin nurut sama kita,” sanggah @sa_heroes_gunpla.
 
 
“Bagus banget nih programnya pak @dedimulyadi71,” puji @jamalmecca.
 
“Iya bener anakku yang toodler aja denger Pak Dedi langsung nurut @dedimulyadi71 panutan Bapak aing emang,” komentar @dina_munnir.
 
“Sama aja bikin generasi muda takut untuk daftar jadi tentara gak sih???,” tanya @maidsejahtera dalam kolom komentar. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva
#Barak TNI #dedi mulyadi #anak nakal #fenomena unik #remaja bermasalah #mendisiplinkan anak #Gubernur Jawa Barat #efek jera