RADAR JOGJA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak kebijakan pemerintah.
Setelah pembongkaran bangunan liar di bantaran Kali CBL (Citarum Bekasi Laut) di Kabupaten Bekasi, Dedi memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta kepada penghuni yang terdampak, dengan alasan kemanusiaan.
Pembongkaran Bangunan Liar untuk Normalisasi Kali
Pada 14 Maret 2025, Dedi Mulyadi bersama Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang memimpin pembongkaran 60 bangunan liar di bantaran Kali Sepak, Desa Srijaya dan Srimukti, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.
Pembongkaran ini merupakan bagian dari upaya normalisasi kali untuk mencegah banjir dan mengatasi penumpukan sampah.
Dedi menegaskan bahwa pembongkaran dilakukan untuk kepentingan bersama dan bukan untuk keuntungan pribadi.
Bantuan Rp 10 Juta sebagai Bentuk Kepedulian
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak, Dedi Mulyadi memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta kepada penghuni bangunan liar yang dibongkar.
Bantuan ini diberikan dengan alasan kemanusiaan, mengingat banyak dari mereka yang menggantungkan hidup pada usaha di lokasi tersebut.
Dedi berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka dan membantu memulai usaha baru di tempat lain.
Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Selain memberikan bantuan langsung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berencana membangun warung baru bagi warga yang terdampak pembongkaran.
Dedi Mulyadi menjanjikan bahwa biaya pembangunan warung baru akan ditanggung oleh Pemprov Jabar.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa warga yang terdampak tetap dapat melanjutkan usaha mereka tanpa harus kehilangan mata pencaharian.
Reaksi Warga dan Pemerintah Desa
Meskipun pembongkaran dilakukan untuk kepentingan umum, beberapa warga sempat merasa keberatan karena kurangnya sosialisasi sebelumnya.
Namun, setelah dijelaskan oleh Dedi Mulyadi mengenai tujuan dan manfaat dari normalisasi kali, warga akhirnya memahami dan mendukung kebijakan tersebut.
Kepala Desa Srijaya, Canih Hermansyah, yang sebelumnya sempat marah, akhirnya menyatakan setuju dengan pembongkaran asalkan ada penggantian yang layak bagi warga terdampak.
Penutupan
Langkah yang diambil oleh Dedi Mulyadi dalam memberikan bantuan dan dukungan kepada warga terdampak pembongkaran menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjalankan kebijakan dengan memperhatikan aspek kemanusiaan.
Diharapkan, upaya normalisasi kali ini dapat mengurangi risiko banjir dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata. (Anicetus Awur)
Editor : Meitika Candra Lantiva