RADAR JOGJA - Gunung Lawu kehilangan salah satu sosok paling ikonik.
Mbok Yem, atau Wakiyem, pemilik warung legendaris di ketinggian 3.150 mdpl, meninggal dunia pada 23 April 2025 dalam usia 82 tahun.
Lebih dari sekadar penjual makanan, ia adalah simbol ketangguhan dan kehangatan di tengah dinginnya puncak Lawu
Jika diasumsikan, ia melayani 100 pembeli makanan per hari, dengan 20% memilih mie goreng, selama 200 hari efektif per tahun.
Angka ini mencerminkan dedikasi luar biasa dalam melayani pendaki di tengah keterbatasan logistik dan cuaca ekstrem.
Warung Mbok Yem bukan hanya tempat makan, tetapi juga oase bagi pendaki yang kelelahan.
Menu andalannya seperti nasi pecel telur ceplok dan mie instan menjadi penyelamat di tengah suhu yang bisa mencapai -5°C.
Dengan harga terjangkau, warung ini menjadi simbol keramahan dan ketulusan.
Mbok Yem bukan hanya penjual makanan, tetapi juga "Ibu" bagi para pendaki.
Warungnya menjadi titik pertemuan tiga jalur pendakian utama: Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, dan Cetho.
Keberadaannya memberikan rasa aman dan kenyamanan di tengah perjalanan yang menantang.
Kini, meski Mbok Yem telah tiada, jejaknya tetap abadi di hati para pendaki.
Warungnya di atas awan menjadi saksi bisu dedikasi, ketulusan, dan cinta seorang wanita terhadap sesama manusia dan alam. (Affan Yunas Hakim)
Editor : Meitika Candra Lantiva