RADAR JOGJA - Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, dalam kunjungan resmi di Washington DC pada Rabu (16/4).
Pertemuan ini membahas banyak hal penting: mulai dari situasi kemanusiaan di Gaza, ketegangan di Laut China Selatan, hingga peluang kerja sama ekonomi, khususnya di sektor energi dan mineral.
Dalam pertemuan itu, Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia siap mengevakuasi sementara sekitar 1.000 warga Palestina yang terluka akibat konflik di Jalur Gaza.
Mereka akan dibawa ke Indonesia untuk mendapatkan perawatan medis, lalu dikembalikan ke Gaza setelah pulih.
“Pemerintah Indonesia juga siap untuk mengevakuasi sementara sekitar 1.000 warga Palestina di Jalur Gaza yang terluka untuk dirawat di Indonesia. Setelah itu, mereka akan dipulangkan kembali ke Gaza,” kata Sugiono, dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri.
Sugiono menegaskan bahwa evakuasi ini murni bersifat kemanusiaan dan bukan upaya untuk merelokasi warga Gaza secara permanen.
Sikap ini sejalan dengan posisi Indonesia yang sejak lama mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Isu keamanan kawasan juga jadi pembahasan penting. Sugiono dan Rubio sama-sama menyoroti situasi di Laut China Selatan yang makin panas.
Keduanya sepakat bahwa perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik harus dijaga bersama, dan semua pihak perlu mematuhi hukum internasional.
Indonesia sendiri selama ini mendorong penyelesaian damai lewat dialog dan penegakan aturan internasional seperti UNCLOS (Konvensi PBB tentang Hukum Laut).
Selain isu politik dan kemanusiaan, Sugiono juga membawa misi ekonomi. Ia mengajak Amerika Serikat untuk meningkatkan kerja sama di sektor energi bersih, terutama terkait mineral penting seperti nikel bahan utama baterai kendaraan listrik (EV).
Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia sudah banyak memangkas aturan yang menghambat investasi dan siap menyambut investor asing dengan lebih terbuka.
“Pemerintah Indonesia telah banyak melakukan langkah-langkah deregulasi untuk mempermudah dan menciptakan situasi kondusif bagi investor asing,” ujarnya.
Kunjungan ini menunjukkan bahwa Indonesia tak hanya fokus pada urusan dalam negeri, tapi juga aktif membangun kerja sama internasional di berbagai bidang.
Baik di isu kemanusiaan, keamanan kawasan, maupun ekonomi, Indonesia ingin tampil sebagai negara yang ikut menjaga keseimbangan dunia.
Penulis: Samil Ngirfan Al Makki
Editor : Bahana.