Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dedi Mulyadi Turun Tangan Atasi Jalan Batutulis yang Ambles, Janji Bantu Pemkot Bogor Bebaskan Lahan Untuk Bangun Akses Baru

Bahana. • Selasa, 15 April 2025 | 00:15 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

RADAR JOGJA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akhirnya turun tangan mengatasi Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan yang ambles.

Kang Dedi Mulyadi (KDM) janji akan bantu Pemerintah Kota Bogor membuka lahan dan membangun akses jalan baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita.

"Nanti akses jalannya akan dipindah. Alokasi pengadaan lahannya akan kami bagi dua, setengah oleh Pemerintah Provinsi setengah lagi oleh Pemkot Bogor," ujar dia saat meninjau Jalan Saleh Danasasmita pada Senin (14/4/2025) sore.

Lahan ini berlokasi di pinggir Jalan Lawanggintung. Ada sekira 3.500 meter persegi tanah masyarakat yang akan dibebaskan oleh pihaknya dalam rencana ini. Lahan itu kemudian akan dibangun jalan dengan panjang sekira 200 meter.

Jalan ini akan tersambung dengan eksisting Jalan Saleh Danasasmita yang terhubung ke Underpass Batutulis dan menuju Cipaku.

Ia mengintruksikan Pemkot Bogor untuk segera membebaskan lahan yang akan digunakan sebagai akses pengganti. KDM menargetkan hal itu rampung pada tahun ini agar lahan tersebut bisa segera dibangun.

Sementara itu Jalan Saleh Danasasmita yang ambles ia minta untuk diubah menjadi Leuweung (hutan) Batutulis.

"Saya minta dijadikan Leuweung Batutulis dan ditanami pepohonan khas Kota Bogor. Ini bisa dimulai dari sekarang," tegas KDM.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengapresiasi kebijakan KDM. Ia berjanji akan melakukan penawaran terhadap harga lahan yang menjadi akses pengganti sehingga bisa didapat dengan lebih murah.

"Besaran anggarannya untuk pembebasan kami perkirakan mencapai Rp30 miliar. Sedangkan untuk pembangunan jalannya Rp10-15 miliar. Itu nanti dibagi dua dengan Pemprov Jabar," terang Dedie.

Dedie menegaskan keputusan pembangunan akses jalan baru ini merupakan hasil kajian yang dilakukan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas IA Bandung dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Editor : Bahana.