RADAR JOGJA - Tupperware Indonesia, merek ikonik wadah makanan, resmi menghentikan operasionalnya sejak 31 Januari 2025.
Kabar ini diumumkan secara resmi melalui akun Instagram @tupperwareid pada 11 April 2025.
“Dengan berat hati, kami mengumumkan bahwa Tupperware Indonesia secara resmi telah menghentikan operasional bisnisnya sejak 31 Januari 2025,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi global Tupperware Brands Corporation, yang kini bertransformasi menjadi perusahaan berbasis teknologi setelah mengalami krisis keuangan.
Pada Oktober 2024, aset perusahaan dijual ke kreditor seperti Alden Global Capital senilai US$ 23,5 juta (Rp 369,68 miliar), sekaligus menghapus utang sebesar US$ 63 juta (Rp 990,73 miliar).
Selama 33 tahun, Tupperware menjadi bagian penting dari dapur keluarga Indonesia. Meski demikian, Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan tidak ada laporan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Hal ini disebabkan oleh model bisnis multi-level marketing (MLM) yang tidak mempekerjakan karyawan tetap secara signifikan.
“Dampaknya minim terhadap tenaga kerja formal,” ungkap Said Iqbal, pengamat ekonomi.
Penutupan ini memicu gelombang nostalgia di media sosial, khususnya di X.
“Ajg sedih banget tupperware tutup produksi,” ungkap akun @n001cares menulis.
“After 33 years operating, Tupperware Indonesia has officially ceased business,” ungkap @insidefolkative.
Meski pamit dari pasar Indonesia, Tupperware masih beroperasi di negara-negara inti seperti AS, China, India, dan Malaysia.
Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya satu era di Indonesia, sekaligus refleksi atas perubahan pola konsumsi masyarakat dan tantangan bisnis global. (Affan Yunas Hakim)
Editor : Meitika Candra Lantiva