Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Berikut Rekomendasi dari Magma Indonesia untuk Warga Jatim dan Sekitarnya

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 13 Maret 2025 | 19:30 WIB
Visual Gunung Semeru pada 01.49 WIB.
Visual Gunung Semeru pada 01.49 WIB.

RADAR JOGJA - Gunung Semeru, yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim), erupsi pada Kamis pukul 05.40 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak. 

Pada pukul 01.49 WIB, berdasarkan pengamatan visual yang dikemukakan oleh Magma Indonesia (layanan informasi geologi online yang memberikan informasi real-time mengenai gunung api di Indonesia), gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. 

Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi sekitar 100 meter dari puncak. 

Cuaca bervariasi dari cerah hingga hujan, dengan angin lemah hingga sedang bertiup ke arah timur laut, tenggara, dan selatan.

Suhu udara tercatat berada di kisaran 21–25 °C.


Berdasarkan laporan Magma Indonesia, Gunung Semeru berada di level II (Waspada).

Masyarakat yang berada di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan disarankan untuk tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak.

Selain itu, masyarakat yang berada di kawasan kawah atau puncak Gunung Semeru dalam radius 3 km diharapkan tidak melakukan aktivitas apa pun di area tersebut karena rawan terhadap lontaran batu pijar.

Beberapa rekomendasi lainnya adalah mewaspadai potensi terjadinya awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Selain itu, potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Letusan atau erupsi yang terjadi pada 10 Maret 2025 tercatat sebanyak 89 kali, berdasarkan data dari Highcharts Magma Indonesia – PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM.

Berdasarkan informasi yang telah dijelaskan, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diharapkan lebih waspada dan mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh Magma Indonesia.

Layanan ini dikembangkan secara mandiri oleh PNS Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak tahun 2015, dengan fokus memberikan informasi dan rekomendasi mengenai bencana geologi secara terintegrasi (gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah) secara real-time dan interaktif. (Faiq Rivaldy)

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#rekomendasi #PNS Pusat Vulkanologi #pvmbg #Erupsi #Warga Jatim #magma indonesia #gunung semeru