RADAR JOGJA - Banjir bandang melanda kawasan Puncak, Bogor, pada Minggu, 2 Maret 2025, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Kondisi Jalan dan Infrastruktur akibat banjir, delapan jembatan mengalami kerusakan parah, menghambat akses transportasi di wilayah tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah berupaya memulihkan akses jalan yang terputus dan menargetkan dapat kembali dilintasi kendaraan sebelum Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah.
Ketinggian air tertinggi diperkirakan hingga 3 meter, menyebabkan ratusan rumah terendam dan tujuh bangunan rusak.
Banjir tersebut menyebabkan terganggunya aktivitas harian masyarakat, termasuk pendidikan, perdagangan, dan transportasi, serta akses jalan yang terputus mempersulit distribusi barang dan layanan darurat.
Sejauh ini satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir dan sebanyak 346 orang harus mengungsi ke berbagai pos pengungsian yang disediakan pemerintah setempat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti banjir bandang ini dan meminta PTPN untuk menghentikan alih fungsi lahan di Puncak.
Ia menilai bahwa aktivitas alih fungsi lahan dapat memperburuk kondisi lingkungan dan meningkatkan risiko bencana.
Perkiraan kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah, mencakup kerusakan infrastruktur dan properti.
Pemerintah daerah bersama BNPB telah mendirikan posko bantuan dan mendistribusikan bantuan kepada korban.
Upaya pemulihan dan rekonstruksi akan segera dilakukan setelah situasi memungkinkan.
Peringatan cuaca dari BMKG menunjukkan bahwa wilayah Puncak dan sekitarnya berpotensi mengalami hujan deras hingga beberapa hari ke depan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva