Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengemudi Ojek Online Gelar Aksi di Depan Kemnaker Tuntut THR Lebaran

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 18 Februari 2025 | 18:55 WIB
Ribuan ojol tuntut hak tunjungan hari raya lebaran.
Ribuan ojol tuntut hak tunjungan hari raya lebaran.

RADAR JOGJA - Ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam asosiasi pengemudi ojol menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada Senin (17/2/2025).

Mereka menuntut agar perusahaan aplikasi memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pengemudi menjelang Lebaran.

Meskipun aksi unjuk rasa berlangsung, sejumlah pengemudi ojol di beberapa titik di Ibu Kota tetap beroperasi seperti biasa.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa di Stasiun Senayan, Setiabudi, dan Bundaran HI masih tampak pengemudi ojol yang menjemput dan menurunkan penumpang di tengah seruan aksi demonstrasi.


Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali bertemu dengan perwakilan pengemudi ojol dan juga pengusaha aplikasi terkait tuntutan THR ini.


“Ya, sebenarnya sebelum demo kami sudah bertemu beberapa kali dengan perwakilan dari teman-teman pengemudi ojol. Kami juga sudah dua kali bertemu dengan pihak pengusaha dan mereka menyatakan kesiapannya untuk mencari solusi,” ujar Yassierli kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.


Menurut Yassierli, pihak pengusaha saat ini sedang mencari formula terbaik dalam memberikan THR kepada pengemudi ojol.

“Ini yang sedang kami bahas, baik dari segi besarannya maupun mekanisme pemberiannya,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan pengemudi ojol menegaskan bahwa mereka akan terus menekan pihak perusahaan aplikasi agar memberikan hak THR kepada mereka.

“Kami bekerja setiap hari, tidak ada jaminan pendapatan tetap, dan tidak ada fasilitas seperti pekerja formal lainnya. Oleh karena itu, kami menuntut hak kami untuk mendapatkan THR,” kata salah satu peserta aksi.


Aksi demonstrasi ini mendapatkan perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan pengamat ketenagakerjaan yang menilai bahwa skema kerja pengemudi ojol memang masih berada di area abu-abu dalam regulasi ketenagakerjaan di Indonesia.


Dengan adanya demonstrasi ini, diharapkan pemerintah dan perusahaan aplikasi dapat menemukan solusi yang adil bagi para pengemudi ojol, terutama dalam menghadapi momen Lebaran yang membutuhkan biaya tambahan bagi mereka dan keluarga. (Adam Jourdi Alfayed)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kemenaker #Menteri Ketenagakerjaan Yassierli #aksi #Ojek Online #pengemudi #THR Lebaran