Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengupas Tradisi Sinoman: Warisan Budaya Jawa yang Sarat Makna

Bahana. • Sabtu, 25 Januari 2025 | 01:50 WIB

Photo
Photo
RADAR JOGJA - Pernahkah Anda melihat rewang di upacara pernikahan? Masyarakat Jawa menamai dengan dengan “Sinoman”

Bagi masyarakat Jawa, tradisi sinoman tentu bukan hal yang asing.

Sinoman bagi masyarakat jawa lebih dari sekadar aktivitas, tetapi juga memiliki sarat makna nilai-nilai tradisi.

Tradisi sinoman merupakan warisan budaya yang kaya makna dan khasanah budaya Indonesia.

Dalam era modern ini, semangat gotong royong yang terkandung dalam tradisi ini patut terus dilestarikan dan dikembangkan.

Tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya leluhur, tetapi juga sebagai cara untuk memperkuat solidaritas masyarakat.

Asal Usul Tradisi Sinoman

Kata sinoman berasal dari akar kata "nom" dalam Bahasa Jawa yang berarti muda.

Oleh karena itu, sinoman sering diartikan sebagai kegiatan yang melibatkan para pemuda.

Dalam tradisi Jawa, istilah ini juga terkait dengan sinom atau daun muda, yang melambangkan awal kehidupan yang segar dan penuh energi.

Berdasarkan sejarah, istilah sinoman pertama kali muncul pada abad ke-14 di pesisir utara Jawa, meliputi wilayah dari Tuban hingga Pasuruan.

Awalnya, tradisi ini hanya menjadi wadah bagi para pemuda untuk berkumpul dan berkontribusi di masyarakat.

Lambat laun, sinoman berkembang menjadi tradisi membantu warga dalam berbagai kegiatan, baik hajatan maupun musibah.

Bentuk Kegiatan Sinoman

Tradisi sinoman melibatkan berbagai aktivitas gotong royong. Mereka yang membantu melakukan sinoman, biasanya menjadi peladen atau pelayan ketika acara.

Di samping membantu dalam hal tenaga, mereka biasanya juga meminjamkan perlengkapan acara seperti, meja, kursi, piring, hingga tenda.

Mereka biasanya menjadi rewang, ketika ada tetangga yang membutuhkan tenaga untuk kegiatan tertentu, seperti pernikahan atau sunatan.

Mereka juga membantu keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dengan mengurus segala keperluan, seperti keranda jenazah dan makanan untuk pelayat.

Nilai-Nilai dalam Tradisi Sinoman

Tradisi sinoman tidak hanya sebuah kegiatan sosial, tetapi juga mengandung makna dengan sarat akan tradisi.

Makna Sosial

Sinoman menjadi wadah pertemuan antaranggota masyarakat tanpa memandang status sosial. Dalam tradisi ini, orang kaya dan miskin berkumpul bersama untuk tujuan yang sama, menciptakan harmoni sosial dan mempererat hubungan antarwarga.

Semangat Gotong Royong

Gotong royong menjadi inti dari tradisi sinoman. Semua anggota yang terlibat bekerja bersama untuk menyelesaikan tugas, mencerminkan semangat kolektivitas yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Dengan semangat ini, tradisi sinoman juga dapat menjadi solusi untuk mengurangi kemiskinan dan mengikis kesenjangan sosial.

Makna Spiritual

Dalam tradisi Jawa, sinoman memiliki nilai spiritual. Masyarakat percaya bahwa membantu sesama, baik dengan tenaga maupun harta, merupakan bagian dari menjalankan ajaran agama. Tradisi ini sekaligus menjadi wujud kearifan lokal yang memupuk nilai-nilai moral dan spiritual.

Penulis: Abel Alma Putri

Editor : Bahana.
#sinoman #jawa