Kebakaran bermula dari suara ledakan yang terdengar oleh warga, disusul dengan api yang cepat menyebar dan melahap ratusan rumah di sekitar lokasi.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi bahwa kebakaran ini menghanguskan sekitar 11 RT di kawasan tersebut.
Sebagai tanggapan cepat, petugas pemadam kebakaran dikerahkan dengan 34 unit mobil dan 170 personil.
Upaya pemadaman yang berlangsung lima jam berhasil memadamkan api sekitar pukul 05.29 WIB. Meskipun api telah padam, proses pendinginan masih terus dilakukan sepanjang pagi dengan bantuan hujan yang turun.
Korban Kebakaran Masih dalam Pendataan
Menurut laporan dari Plt. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, sebanyak 543 rumah telah hangus terbakar dalam insiden tersebut, dengan 1.797 jiwa dari 607 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.
Meskipun belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau luka, dampak material dan emosional yang dirasakan oleh warga sangat besar. Kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 6,3 miliar, dan jumlah tersebut masih terus dihitung.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memberikan bantuan psikologis dan medis bagi warga terdampak.
Tantangan Pemadaman Api di Kawasan Padat Penduduk
Pemadaman api di kawasan padat penduduk seperti Kemayoran menjadi tantangan tersendiri.
Dengan jarak antar bangunan yang sangat dekat, risiko penyebaran api menjadi sangat tinggi.
Petugas kebakaran bekerja keras untuk memastikan api tidak menyebar lebih luas dan memprioritaskan evakuasi warga, terutama anak-anak dan lansia.
Dua posko darurat didirikan di Musholla Al-Hasanah dan Masjid Baiturrahman untuk menampung korban kebakaran. Bantuan berupa makanan, minuman, serta kebutuhan darurat lainnya segera disalurkan melalui kedua posko tersebut untuk meringankan beban para korban.
Rentetan Kebakaran di Kemayoran
Kebakaran di Gempol, Kemayoran ini bukanlah insiden pertama yang terjadi di kawasan tersebut. Dalam waktu kurang dari dua bulan, sudah terjadi tiga kebakaran besar di Kemayoran.
Kebakaran pertama tercatat pada 10 Desember 2024 di daerah Kebon Kosong, disusul dengan kebakaran kedua pada 15 Januari 2025 yang menyebabkan 30 rumah terdampak.
Kebakaran yang terjadi pada 21 Januari ini menjadi peringatan akan pentingnya kewaspadaan dan upaya pencegahan kebakaran di kawasan padat penduduk.
Langkah utama yang perlu diambil adalah memastikan bahwa instalasi listrik sesuai dengan standar keselamatan dan menjalani pemeriksaan rutin.
Di samping itu, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai potensi bahaya kebakaran juga sangat penting.
Penulis: Abel Alma Putri