RADAR JOGJA – Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, diterjang bencana banjir dan longsor yang tragis pada Senin (20/1/2025).
Hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah longsor besar-besaran, menelan korban jiwa sebanyak 15 orang.
Camat Petungkriyono Hadi Surono mengungkapkan, jumlah korban jiwa kemungkinan masih bertambah.
Selain 15 korban meninggal, tercatat 10 orang mengalami luka-luka, dan 5 lainnya dinyatakan hilang.
“Kejadian longsor ini dampak hujan intensitas tinggi sejak Senin sore. Awalnya, tercatat 4 korban meninggal. Namun, jumlah itu terus bertambah hingga malam hari,” ujar Hadi.
Pihak berwenang bersama relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian serta evakuasi korban.
Meski bencana ini membawa duka yang mendalam, semangat gotong royong masyarakat Petungkriyono menjadi pendorong utama upaya penanganan bencana.
Material longsor yang tebal menghancurkan sejumlah rumah warga, mengakibatkan kerugian material yang besar.
Tim SAR dan relawan menghadapi tantangan berat dalam mencari korban yang diduga masih tertimbun.
Sementara itu, bantuan kemanusiaan berupa makanan, air bersih, dan kebutuhan darurat terus didistribusikan ke wilayah terdampak.
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.
“Kami meminta warga untuk terus berhati-hati, terutama di kawasan rawan longsor,” tambahnya.
Upaya mitigasi jangka panjang kini menjadi fokus pemerintah daerah agar bencana serupa dapat diminimalisasi di masa mendatang. (Reinerd Adventhree K)
Editor : Winda Atika Ira Puspita