RADAR JOGJA – Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menegur Gus Miftah lantaran viralnya video penghinaan pada Sunhaji, penjual es di acara pengajian di Magelang.
Dalam pernyataannya itu, Hasan Nasbi mengatakan sangat menyayangkan kejadian yang kurang baik itu dan juga melibatkan utusan khusus presiden republik Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa presiden Prabowo sangat menghormati pedagang kaki lima.
“Kami dari kantor komunikasi kepresidenan ikut menyayangkan kejadian yang kurang baik yang terjadi belakangan ini, dan itu melibatkan utusan khusus presiden republik Indonesia. Dan perlu kami tekankan disini bahwa presiden Prabowo subianto sangat menghormati dan menjunjung tinggi adab terhadap siapapun, terhadap rakyat kecil terhadap pedagang kaki lima, terhadap nelayan, terhadap petani, terhadap siapapun,” kata Hasan Nasbi.
Hasan juga mengatakan bahwa Presiden telah memberikan teguran kepada Gus Miftah melalui sekretaris kabinet Teddy Indra Wijaya.
“Presiden sudah memberikan teguran kepada yang bersangkutan melalui Sekretaris Kabinet,” imbuh Hasan Nasbi.
Ia juga mengatakan bahwa Presiden Prabowo sudah mendapatkan informasi, pihak Utusan Khusus Presiden yaitu Gus Miftah telah meminta maaf langsung pada Sunhaji.
Ia berharap setelah permohonan maaf ini kedua belah pihak bisa berhubungan dengan baik.
“Kami sudah mendapatkan informasi dan bapak Presiden juga sudah mendapat informasi, bahwa Utusan Khusus Presiden sudah mendatangi Bapak Sunhaji secara langsung ke Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung, dan kami berharap silatrahmi bisa kembali terjalin dengan baik, keadaan bisa kembali menjadi baik dan hubungan kekeluargaan bisa tumbuh di antara mereka berdua,” kata
Hasan Nasbi, menegaskan dari peristiwa ini bisa menjadi pelajaran untuk semua agar tetap menjaga sikap dan berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan.
“Dan kami semua, tidak hanya Utusan Khusus Presidenan mengambil pelajaran yang sangat berharga dari kejadian ini, bahwa kita memang harus hati-hatidalam mengeluarkan pernyataan dalam menjaga sikap,” imbuhnya. (Shofiyullah)